Arkeolog Indonesia yang Melakukan Penelitian dan Riset di Lampung
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Sejumlah arkeolog dan peneliti dari instansi resmi, seperti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkan) dan Balai Arkeologi (Balar) Jawa Barat/Bandung pernah melakukan berbagai riset penting mengenai kebudayaan prasejarah, klasik (Hindu-Buddha), hingga masa Islam di Lampung.
Beberapa arkeolog dan peneliti yang tercatat pernah meneliti kekayaan sejarah di Lampung, di antaranya Nanang Saptono, Haris Sukendar, Bambang Budi Utomo, Endang Widyastuti dan Rusyanti.
Nanang Saptono. Arkeolog dari Balai Arkeologi yang aktif meneliti wilayah Lampung. Fokus kajiannya, meliputi pola perkampungan kuno, mata pencaharian masyarakat lokal dalam perspektif arkeologi, serta eksistensi benteng tanah dan situs prasejarah di berbagai daerah di Lampung.
Haris Sukendar. Arkeolog senior Indonesia yang dikenal secara luas atas dedikasinya meneliti budaya megalitik (batu besar) di Nusantara. Ia melakukan survei kepurbakalaan awal di Lampung dan mempublikasikan karya penting berjudul “Hasil Survei Kepurbakalaan di Daerah Lampung” melalui Berita Penelitian Arkeologi.
Bambang Budi Utomo. Arkeolog senior yang ahli dalam bidang epigrafi dan sejarah Sriwijaya. Ia banyak mengkaji prasasti-prasasti batu yang ditemukan di wilayah Sumatera, termasuk analisis kontekstual terhadap prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Lampung, seperti Prasasti Palas Pasemah di Lampung Selatan.
Endang Widyastuti. Arkeolog yang mendalami tinggalan seni dan budaya masa lampau di Lampung. Salah satu fokus penelitiannya, antara lain mengkaji Makna Motif Hias pada Tinggalan Arkeologi di Lampung, termasuk studi kasus pada Prasasti Sumberhadi dan Batu Bergores Batin Katung.
Rusyanti. Peneliti arkeologi yang fokus pada bentang alam dan pola hunian masa lalu di Lampung. Bersama timnya, ia meneliti Lansekap Arkeologi Situs-situs di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Semangka serta jejak permukiman kuno di kawasan Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
