BREAKING NEWS

Benito Mussolini, Pemimpin Fasis Italia dengan Kebijakan yang Otoriter

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Benito Mussolini (29 Juli 1883–28 April 1945), pemimpin fasis Italia yang memimpin negaranya dari tahun 1922 hingga 1943. Ia dikenal karena kebijakan-kebijakan otoriter dan kejamnya, termasuk pembatasan kebebasan pers.

Tak hanya itu, Benito Mussolini juga terlibat dalam kebijakan rasial yang diskriminatif dan melakukan ekspansi ke Afrika Utara, Balkan, dan Mediterania.

Selama Perang Dunia II, Mussolini juga memimpin Italia, dan terlibat dalam Pakta Tripartit bersama Jerman dan Jepang. Meskipun dia berhasil mengembalikan kejayaan Italia, terutama melalui propaganda dan pendirian infrastruktur, tapi kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakannya yang ekspansionis dan terbilang kejam membuatnya dianggap sebagai pemimpin kontroversial di mata dunia internasional.

Politikus, Wartawan Hingga Jadi Perdana Menteri

Mussolini lahir tanggal 29 Juli 1883 di Dovia, Predappio, sebuah kota di Provinsi Forli di Romagna, dari pasangan Alessandro Mussolini dan Rosa (nama belakang lahir Maltoni). Ayah Benito, Alessandro Mussolini, seorang perajin besi dan penganut sosialisme, sementara ibunya, Rosa (nama belakang lahir Maltoni), seorang guru sekolah.

Awalnya, Mussolini seorang politikus sosialis dan wartawan koran Avanti!. Pada tahun 1912, ia menjadi anggota Direktorat Nasional Partai Sosialis Italia (PSI), tetapi ia dikeluarkan dari partai karena menyokong intervensi militer dalam Perang Dunia I, yang berlawanan dengan sikap partai yang netral.

Pada tahun 1914, Mussolini mendirikan sebuah terbitan baru, Il Popolo d'Italia, dan sempat menjadi tentara dalam Tentara Kerajaan Italia pada masa perang, hingga ia mengalami cedera dan dilepaskan pada tahun 1917.

Setelah itu, Mussolini mencela PSI dan pemikirannya kini berpusat pada nasionalisme Italia, bukan lagi sosialisme. Ia kemudian menciptakan gerakan fasis yang justru menentang egalitarianisme dan konflik kelas, malah sebaliknya: mendukung "nasionalisme revolusioner" yang mentransendensi garis kelas.

Pada 31 Oktober 1922, setelah Pawai ke Roma (28–30 Oktober), Mussolini diangkat sebagai Perdana Menteri oleh Raja Vittorio Emanuele III. Sampai saat itu, ia orang termuda yang memegang jabatan tersebut.

Setelah menghilangkan semua perlawanan politis melalui polisi rahasia serta pelarangan mogok kerja, Mussolini dan pengikutnya kemudian menyatukan kekuasaan melalui pencanangan sejumlah hukum yang mengubah bangsa Italia menjadi kediktatoran satu partai.

Mendirikan Otoritas Kediktatoran

Dalam waktu lima tahun, Mussolini berhasil mendirikan otoritas kediktatoran, baik dengan cara legal maupun ilegal. Setelah itu, ia berniat menciptakan sebuah negara totaliter. Pada tahun 1929, Mussolini menandatangani Perjanjian Lateran dengan Takhta Suci, menciptakan Kota Vatikan.

Kebijakan luar negeri Mussolini berpusat pada upaya pengembalian keagungan Imperium Romawi kuno, dengan cara memperbanyak koloni Italia serta memperluas zona pengaruh fasis.

Di tahun 1920-an, ia memerintahkan Pasifikasi Libya, pengeboman Kerkira akibat sebuah insiden dengan Yunani, pendirian protektorat di Albania, serta memasukkan kota Fiume ke dalam negara Italia melalui sebuah perjanjian dengan Yugoslavia.

Tahun 1936, Etiopia berhasil ditaklukkan setelah kalah dalam Perang Italia-Ethiopia Kedua. Daerah tersebut kemudian disatukan ke dalam Afrika Timur Italia dengan Eritrea dan Somalia. Pada tahun 1939, tentara Italia menganeksasi Albania.

Antara tahun 1936 dan 1939, Mussolini memerintahkan intervensi militer Italia di Spanyol, yang akhirnya sukses, menempatkan Francisco Franco di tampuk kepemimpinan pada masa Perang Sipil Spanyol.

Italia di bawah Mussolini pada awalnya mencoba mencegah perang dunia kedua dengan mengirim tentara ke jalur gunung Brenner untuk memperlambat Anschluss.

Negara ini juga terlibat dalam Front Stresa, Laporan Lytton, Perjanjian Lausanne, Pakta Empat Kekuatan, dan Persetujuan München. Akan tetapi, Italia kemudian menjauhkan diri dari Britania dan Prancis, dan bersikap lebih dekat dengan Jerman dan Jepang.

Jerman menginvasi Polandia pada 1 September 1939, yang menimbulkan deklarasi perang oleh Prancis dan Britania Raya, dengan demikian memulai Perang Dunia II.

Pada 10 Juni 1940, Mussolini memutuskan untuk masuk dalam perang dari sisi Poros. Meskipun pada awalnya ia sukses, kegagalan Poros dalam berbagai front dan invasi Sekutu di Sisilia menyebabkan Mussolini kehilangan dukungan masyarakat dan anggota Partai Fasis.

Sebagai hasilnya, pada dini hari 25 Juli 1943, Dewan Agung Fasisme mencanangkan mosi tidak percaya pada Mussolini. Di hari yang sama, Raja Vittorio Emanuele III memecatnya dari jabatan kepala pemerintahan, menahannya, lalu menggantikannya dengan Pietro Badoglio.

Setelah raja setuju melakukan gencatan senjata dengan Sekutu, tanggal 12 September 1943, Mussolini diselamatkan dari penjara dalam serangan Gran Sasso oleh para parasutis Jerman dan komando Waffen-SS yang dipimpin oleh Mayor Otto-Harald Mors.

Sesudah bertemu dengan mantan diktator yang diturunkan itu, Adolf Hitler menempatkan Mussolini sebagai pimpinan rezim boneka di utara Italia bernama Republik Sosial Italia (bahasa Italia: Repubblica Sociale Italiana, RSI), yang secara tidak resmi dikenal sebagai Republik Salo. Sebagai akibatnya, perang sipil meletus.

Detik-detik Meninggalnya Mussolini

Suatu ketika akhir bulan April 1945, sebelum akhirnya kalah secara total, Mussolini dan simpanannya Clara Petacci mencoba kabur ke Swiss, tetapi keduanya tertangkap oleh partisan komunis Italia dan langsung dieksekusi di hadapan regu tembak pada 28 April 1945 di dekat Danau Como.

Jenazah Mussolini dan simpanannya kemudian dibawa pergi ke Milan. Di sana, kedua jenazah itu digantung terbalik di sebuah stasiun pengisian bahan bakar agar semua orang bisa melihat bahwa mereka sudah meninggal.

Setelah kematiannya, dan penampakan jasadnya di Milan, Mussolini dikuburkan dalam kuburan tidak bertanda di Musocco di bagian utara kota. Pada minggu Paskah tahun 1946, jasadnya ditemukan dan digali oleh Domenico Leccisi dan dua orang neo-fasis lainnya.

Sempat hilang selama berbulan-bulan dan menimbulkan kegelisahan mendalam di demokrasi Italia yang baru kembali tumbuh, jasad Mussolini akhirnya "ditangkap kembali" pada bulan Agustus. Jasad tersebut ternyata disembunyikan dalam sebuah gerobak kecil di Certosa di Pavia, tidak jauh di luar Milan.

Dua orang pendeta Fransiskan dituduh menyembunyikan mayat itu, tetapi setelah penyidikan lebih lanjut diketahui bahwa mayat itu banyak berpindah-pindah. Tidak yakin harus melakukan apa lagi, otoritas negara menahan jasad itu selama sepuluh tahun, sebelum akhirnya dikuburkan kembali di Predappio di Romagna, tempat kelahirannya.

Adone Zoli, perdana menteri Italia waktu itu, menghubungi Donna Rachele, janda sang diktator, untuk memberitahunya bahwa ia akan mengembalikan jasad itu karena ia membutuhkan dukungan sayap kanan di parlemen, termasuk Leccisi, yang menculik mayat Mussolini.

Di Preddapio, diktator itu dikubur di sebuah ruang bawah tanah, satu-satunya penghormatan setelah mati yang diberikan kepada Mussolini. Jasadnya dikelilingi fases marmer dan nisannya sebuah patung dada figur dirinya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment