Sejarawan Indonesia Terkenal, Berikut Nama-namanya
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| SEJARAWAN - Sejarawan Anhar Gonggong (Sumber Foto: ANTARA) |
UNGKIT.COM - Sejarawan, ahli atau penulis sejarah yang mempelajari, meneliti, menafsirkan dan menuliskan kembali peristiwa masa lalu manusia. Mereka mengumpulkan bukti dari berbagai sumber untuk menyusun narasi yang akurat mengenai kehidupan dan perkembangan masyarakat dari masa lampau.
Sejarawan, orang yang mempelajari dan menulis mengenai masa lalu dan dianggap sebagai narasumber terpercaya di bidang tersebut. Sejarawan memperhatikan narasi dan penelitian yang berkelanjutan dan metodis mengenai masa lalu yang berkaitan dengan umat manusia, serta kajian semua sejarah pada masanya.
Jika seorang sejarawan tertarik dengan peristiwa sebelum sejarah tertulis, dia disebut sejarawan prasejarah. Sebagian sejarawan diakui berdasarkan publikasi atau pelatihan dan pengalamannya.
Hingga saat ini, Indonesia memiliki beberapa sejarawan yang terkenal dan mumpuni di bidangnya. Begawan sejarah di Nusantara itu juga berasal dari berbagai latar belakang.
Sartono Kartodirdjo misalnya, ia bapak sejarawan Indonesia paling terkenal dan pelopor sudut pandang Indonesia-sentris. Sejarawan terkemuka lainnya, seperti Taufik Abdullah, Anhar Gonggong, Asvi Warman Adam, Taufik Abdullah, Bonnie Triyana, Abdurrachman Surjomihardjo, Adrian B. Lapian, Andi Achdian, Ary Sulistyo, Asep Kambali dan Azyumardi Azra.
Kemudian, Bambang Purwanto, Bayu Amde Winata, Batara Richard Hutagalung, Bondan Kanumoyoso,
Dias Pradadimara, Didi Kwartanada, Djoko Suryo, Gusti Asnan, Hardiansyah (Bengkulu), Harsja W. Bachtiar, Hazmirullah, Helius Sjamsuddin, Hilmar Farid, Ibrahim Alfian, Ida Anak Agung Gde Agung, Idwar Saleh, Ita Syamtasiyah Ahyat, JJ Rizal, Jajat Burhanuddin dan Kresno Brahmantyo.
Selanjutnya, Kuncoro Hadi, Kuntowijoyo, Liem Thian Joe, Mansyur ULM, Mestika Zed, Mona Lohanda, M. Rikaz Prabowo, Muhammad Sarip, Mushab Abdu Asy Syahid, Nina Herlina Lubis, Noorpikriadi, Nugroho Notosusanto, Ong Hok Ham, Peter Kasenda, Petrik Matanasi, Purnawan Basundoro dan R. Moh. Ali.
Berikutnya, R. Soekmono, Rushdy Hoesein, Richard Zacharias Leirissa, Sanusi Pane, Slamet Muljana, Soedjatmoko, Sri Margana, Sugeng Priyadi Susanto Zuhdi, Titi Wahyuning M. Irsyam, Uka Tjandrasasmita, Wajidi dan Yusliani Noor. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
