Hari Ini, 20 September dalam Sejarah Indonesia
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| MONUMEN - Monumen Perjuangan Puputan Badung, Bali. (Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM) |
UNGKIT.COM - Tanggal 20 September mencatatkan peristiwa penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, terutama perlawanan terhadap kolonialisme.
Pada tanggal 20 September 1906, terjadi perang habis-habisan (puputan) oleh rakyat dan kerajaan Badung melawan ekspedisi militer pasukan kolonial Belanda.
Peristiwa bermula dari kandasnya kapal Sri Secana milik pedagang Tionghoa bernama Kwee Tek Tjiang di Sanur pada tahun 1904, di mana muatan kapal tersebut dirampok oleh penduduk setempat.
Pemerintah kolonial Belanda menuntut Raja Badung agar membayar ganti rugi yang besar atas insiden tersebut.
Raja Badung menolak tuntutan itu karena merasa kedaulatan kerajaannya diintervensi dan dilecehkan oleh Belanda.
Pada Kamis, 20 September 1906, pasukan Belanda mendarat dan melakukan penyerangan besar-besaran ke Puri Badung dan Denpasar.
Peperangan puncak ini menewaskan ribuan orang, termasuk Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung, demi mempertahankan kehormatan daerah dari cengkeraman penjajah.
Tanggal genap di bulan September ini, kini diperingati secara nasional atau lokal sebagai Hari Puputan Badung.
Kata puputan berasal dari bahasa Bali: puput yang berarti habis, selesai, atau mati, menyimbolkan perang sampai titik darah penghabisan demi mempertahankan kehormatan dan kedaulatan.
Sudah tahu kan peristiwa bersejarah apa di tanggal 20 September di Indonesia? Semoga informasi ini bermanfaat. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
