Menlu Iran Sebut Negaranya Terbuka Diplomasi dan Siap Perang Jika Diserang
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| MENLU IRAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi. (Sumber Foto: Press TV) |
TEHERAN, UNGKIT.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengatakan negaranya terbuka untuk diplomasi tetapi siap untuk "perang apokaliptik" jika AS menyerang lagi.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu waktu setempat, Araghchi mengatakan Iran tetap teguh menghadapi segala bentuk agresi baru, bahkan jika itu berujung pada perang kiamat.
Pernyataan Araghchi disampaikannya setelah Presiden AS, Donald Trump, menolak rencana Iran terkait penghentian permusuhan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Menurut Araghchi, Iran belum menerima penolakan resmi Washington melalui jalur mediator. Karena itu, Teheran masih menunggu penyampaian sikap resmi AS sebelum menentukan langkah selanjutnya. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai kelanjutan konflik atau diplomasi berada di tangan Presiden Trump.
“Pada saat yang sama, kami siap untuk diplomasi. Sekarang tergantung Presiden Trump untuk memilih,” kata Araghchi, dilansir Senin (28/9/2026).
Iran sebelumnya mengajukan rencana yang memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali dalam waktu tujuh hari sebagai bagian dari kesepakatan untuk menghentikan permusuhan.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Teheran meminta penghentian tekanan militer, pembukaan blokade terhadap pelabuhan Iran, pelepasan aset Iran yang dibekukan, serta kesempatan untuk kembali menjual minyak.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump menyatakan, rencana Iran belum sesuai dengan kesepakatan yang diinginkan Washington.
Meski demikian, Trump mengatakan para perunding AS diperkirakan tetap melakukan pembicaraan tidak langsung dengan Iran dalam pekan ini, sehingga jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
Araghchi menegaskan Iran datang ke New York bukan untuk memperpanjang perang, melainkan mencari jalan menuju perdamaian.
Pernyataan itu menunjukkan posisi Teheran yang secara bersamaan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan eskalasi militer dan mempertahankan peluang perundingan untuk mengakhiri konflik. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
