BREAKING NEWS

Rambu Solo', Upacara Adat Pemakaman di Toraja

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Suku Toraja, Sulawesi Selatan, memiliki berbagai ritual yang berkaitan dengan tahap-tahap kehidupan seseorang, salah satunya Rambu Solo'. 

Rambu solo', upacara yang bertujuan untuk menghormati dan menghantarkan arwah seseorang yang telah mati menuju alam roh. Masyarakat setempat menyebutnya puya.

Terdapat perbedaan pada upacara Rambu Solo' yang diadakan oleh berbagai komunitas adat suku Toraja. Tapi, meskipun begitu tujuan utama diadakan upacara ini tetap sama.

Dalam ajaran Aluk Todolo yang diyakini oleh masyarakat adat dari suku Toraja, orang yang sudah meninggal perlu diberi penghormatan dengan mengadakan upacara kematian yang disebut Rambu Solo'. 

Dalam upacara kematian, diperlukan hewan kurban, berupa kerbau yang berperan sebagai pengantar orang mati menuju ke surga. Kerbau yang telah dikurbankan diyakini dalam ajaran Aluk Todolo sebagai kendaraan suci bagi orang yang meninggal. 

Pelaksanaan dan Prosesi Rambu Solo'

Pelaksanaan Rambu Solo' dilakukan dengan dua prosesi, yakni prosesi pemakaman dan prosesi kesenian. Prosesi pemakaman dilakukan terlebih dahulu dan kemudian diikuti prosesi kesenian.

Prosesi pemakaman dalam Rambu Solo', terdiri dari empat ritual yang berurutan, yakni Ma'tudan Mebalun, Ma'roto, Ma'popengkalo Alang, dan Ma'palao atau Ma'pasonglo. 

Ma'tudan Mebalun, kegiatan membungkus jenazah. Ma'roto, kegiatan menghias peti jenazah dengan hiasan yang terbuat dari benang berbahan emas dan perak. Ma'popengkalo Alang, kegiatan membawa jenazah ke sebuah lumbung untuk disemayamkan. 

Sementara, Ma'palao atau Ma'pasonglo kegiatan membawa jenazah dari kawasan tongkonan menuju ke kompleks pemakaman yang disebut Lakkian.

Sedangkan, pelaksanaan prosesi kesenian dilakukan pada lokasi pengurbanan kerbau yang menjadi pelengkap bagi prosesi pemakaman. 

Prosesi kesenian cara memeriahkan prosesi pemakaman sekaligus cara menghormati dan memberikan doa bagi orang yang sudah meninggal.

Prosesi kesenian diawali dengan membawa kerbau-kerbau yang akan dikurbankan menuju ke lokasi pengurbanan. Setelah itu, diadakan pertunjukan musik daerah khas suku Toraja, seperti Pa’Pompan, Pa’Dali-dali, dan Unnosong. 

Pertunjukan musik diiringi pula dengan beberapa tari khas suku Toraja, yaitu Pa’Badong, Pa’Dondi, Pa’Randing, Pa’katia, Pa’Papanggan, Passailo dan Pa’Silaga Tedong. 

Setelah pertunjukan musik dan tari selesai, prosesi kesenian dilanjutkan dengan pertunjukan adu kerbau dengan menggunakan kerbau-kerbau yang akan dikurbankan. 

Kerbau-kerbau yang telah diadu kemudian disembelih sebagai hewan kurban. Cara penyembelihan kerbau pada suku Toraja dilakukan dengan menebas leher kerbau dalam sekali tebasan yang membuat kerbau mati seketika.

Rambu Solo', salah satu atraksi budaya yang menampilkan adat-istiadat masyarakat dan telah menjadi salah satu objek wisata khas suku Toraja di Kabupaten Tana Toraja. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment