BREAKING NEWS

Serangan Houthi Meningkat, Sekutu Arab Saudi Kerahkan Dukungan dan Lindungi Fasilitas Minyak

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Sumber Foto: AFP)


PARIS, UNGKIT.COM - Sekutu Arab Saudi tengah bersatu untuk mendukung negara tersebut seiring meningkatnya serangan yang dilakukan oleh pemberontak Houthi.

Prancis pada Jumat (25/9/2026) mengkonfirmasi bahwa mereka mengirim pasukan untuk menjaga terminal minyak utama di Yanbu. 

Sementara itu, para pejabat Saudi bertemu dengan rekan-rekan mereka dari Pakistan dan Turki untuk membahas opsi-opsi di bawah pakta pertahanan bersama mereka.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan kepada stasiun televisi TF1 dan France 2 bahwa Paris akan mengirimkan tentara, radar, dan sistem pertahanan ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

“Bukan untuk melibatkan diri dalam konflik apa pun, tetapi untuk melindungi situs tersebut,” katanya, melansir Aljazeera.

Yanbu memiliki fasilitas penyimpanan dan pengolahan minyak utama dan terhubung oleh Pipa Timur-Barat, yang dapat mengangkut hingga tujuh juta barel per hari.

Kelompok Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah (pendukung Tuhan), telah berulang kali menembakkan rudal dan drone ke Arab Saudi, mengganggu aliran minyak dari pengekspor energi terbesar di dunia.

Pada hari Kamis, kelompok pemberontak mengatakan telah menyerang fasilitas perusahaan minyak negara Aramco di Yanbu, dan sebuah "target sensitif" di Riyadh. 

Pasukan Saudi mengatakan mereka telah mencegat enam rudal balistik. Pihak berwenang belum mengkonfirmasi adanya kerusakan.

Menteri luar negeri Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bertemu pada hari Kamis untuk mengatur pertemuan mendesak para kepala staf militer mereka berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah, yang menganggap serangan terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap semua anggota, kata kementerian luar negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

Mereka juga mengutuk serangan Houthi yang menurut mereka menargetkan Mekkah dan lokasi sipil lainnya. Namun, keraguan tetap ada mengenai tindakan apa yang mungkin diambil Turki dan Pakistan berdasarkan pakta tersebut. 

Kedua sekutu Saudi tersebut sangat terlibat sebagai mediator yang berupaya mengakhiri konflik di seluruh Timur Tengah.

Mufti Agung Arab Saudi menyerukan kepada para prajurit untuk siap mengorbankan nyawa mereka dalam memerangi Houthi, menurut kantor berita negara Saudi.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah berperang melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi selama lebih dari satu dekade. 

Konflik itu kembali berkobar di tengah perang Israel melawan kelompok Hamas yang bersekutu dengan Iran di Gaza dan kelompok Hizbullah di Lebanon, serta perang Amerika Serikat terhadap Iran. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment