Kecak, Drama Tari Seni Khas Bali
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Kecak, drama tari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan puluhan penari. Tari Kecak menjadi pertunjukan yang unik karena pementasannya menggabungkan antara seni drama dan tari.
Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada dalam kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.
Tari Kecak pertama kali diciptakan dua tokoh, yakni penari asal Bali bernama Wayan Limbak dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Tari Kecak yang terinspirasi dari tradisi Sanghyang itu pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an. Setelah itu, Wayan Limbak mempopulerkan tarian ini.
Kepopuleran tarian ini dimulai saat Wayan Limbak berkeliling dunia bersama dengan rombongan penari Bali dari sanggarnya. Hingga saat ini, Tari Kecak menjadi kesenian yang dapat dinikmati oleh banyak orang.
Tari Kecak dibawakan puluhan penari laki-laki yang duduk secara melingkar sembari menyerukan kata "cak" berulang-ulang sambil mengangkat kedua lengan. Suara "cak, cak, cak" berulang kali itu pula yang menjadi musik pengiring tarian tersebut.
Para penari yang duduk melingkar mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari tersebut, ada juga para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.
Sesekali, terdengar suara kerincingan yang diikatkan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana. Pada satu segmen, mereka menirukan adegan saat barisan kera membantu Rama dalam pertempuran melawan Rahwana yang menculik Dewi Sita.
Cerita Ramayana yang menjadi inti dari Tari Kecak melambangkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan. Kemenangan Rama di akhir cerita menjadi pesan kalau kebaikan pada akhirnya akan selalu mengalahkan kejahatan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
