BREAKING NEWS

Pasca Serangan di Bandara, Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Iran Bahas Ketegangan Regional

MENLU SAUDI - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan. (Sumber Foto: Reuters)

RIYADH, UNGKIT.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, membahas eskalasi regional terbaru dan upaya untuk meredakan ketegangan dengan mitranya dari Iran, Abbas Araqchi.

Kantor Berita Saudi (SPA) pada Minggu waktu setempat melaporkan Menlu kedua negara itu melakukan komunikasi saat Riyadh melanjutkan kontak diplomatik setelah serangan terhadap Kerajaan.

Araqchi mengatakan dalam sebuah unggahan di Telegram bahwa Iran siap memberikan bantuan apa pun untuk memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman.

Kontak tersebut komunikasi pertama yang dilaporkan secara publik antara kedua menteri luar negeri sejak peningkatan serangan baru-baru ini terhadap Arab Saudi oleh milisi Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran, melansir Arab News, Senin (12/10/2026).

Pangeran Faisal juga menerima telepon dari menteri luar negeri Bahrain dan Inggris, di mana kedua negara tersebut menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi dan mengutuk serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al-Zayani, menyampaikan belasungkawa negaranya atas kematian warga negara dan penduduk Saudi dalam serangan di bandara. 

Ia menegaskan solidaritas penuh Bahrain dengan Kerajaan dan dukungan untuk langkah-langkah guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya, menurut SPA.

Kedua menteri tersebut juga membahas perkembangan regional dan upaya untuk menjaga keamanan dan stabilitas.

Dalam percakapan terpisah, Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, dan Pangeran Faisal meninjau hubungan bilateral dan perkembangan regional, termasuk upaya bersama untuk mengatasi ketegangan dan mengurangi konsekuensi keamanan dan ekonomi yang ditimbulkannya.

Miliband mengutuk serangan Houthi yang menargetkan infrastruktur sipil Arab Saudi dan menyatakan solidaritas Inggris dengan Kerajaan dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi serangan tersebut, lapor SPA.

Kontak diplomatik terbaru ini menyusul percakapan telepon pada Minggu waktu setempat antara Pangeran Faisal dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, serta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas.

Safadi menegaskan dukungan Yordania untuk Arab Saudi dan memuji pihak berwenang Kerajaan atas pemberian perawatan medis dan bantuan kepada warga Yordania yang terluka dalam serangan hari Sabtu di Bandara Internasional King Khalid, menurut laporan sebelumnya.

Kallas mengutuk serangan itu sebagai "tindakan teroris," menekankan bahwa serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil tidak dapat dibenarkan. 

Ia juga menegaskan kembali dukungan Uni Eropa untuk Arab Saudi dan menyoroti pentingnya kerja sama regional dalam pertahanan maritim dan keamanan jalur perairan regional.

Upaya diplomasi ini dilakukan di tengah peningkatan tajam serangan yang dikaitkan dengan Houthi, termasuk serangan rudal di bandara Riyadh pada Sabtu. 

Awalnya dilaporkan 12 orang tewas dan 309 luka-luka. Kedutaan Besar India di Riyadh kemudian mengatakan salah satu warganya meninggal pada Minggu akibat luka-luka yang diderita dalam serangan hari Sabtu, sehingga jumlah korban tewas menjadi 13 orang.

Pihak berwenang Saudi kemudian mengatakan bahwa Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga diserang, namun dengan sedikit detail. Kota ini terletak di Teluk Arab dekat Bahrain dan Qatar.

Serangan itu digambarkan sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Serangan lanjutan di bandara dilaporkan pada hari Minggu, ketika sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4, menyebabkan kebakaran dan menewaskan seorang warga negara Pakistan serta melukai 11 lainnya, menurut Otoritas Penerbangan Sipil Umum Saudi (GACA).

Serangan-serangan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran atas keamanan infrastruktur sipil dan risiko eskalasi regional yang lebih luas, sehingga mendorong upaya diplomatik baru untuk meredam ketegangan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment