BREAKING NEWS

Candi Bukik Awang Maombiak, Situs Purbakala di Dharmasraya

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Candi Bukik Awang Maombiak (bahasa Indonesia: Candi Bukit Rawa Bergoyang) situs peninggalan purbakala berlatar belakang Hindu-Buddha dari Kerajaan Malayu Dharmasraya.

Candi Bukik Awang Maombiak terletak di Jorong Siguntua I, Nagari Siguntua, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.

Dalam bahasa Minangkabau, bukik berarti bukit, awang berarti rawa, dan maombiak berarti bergoyang atau melesak, menggambarkan kondisi bukit kecil tempat candi ini berada yang dikelilingi dataran rawa.

Nama itu menggambarkan keadaan topografi bukit tersebut yang memang tidak besar dan dikelilingi oleh dataran yang sebagian besar berupa sawah. 

Diperkirakan, dahulu dataran itu berupa genangan air atau rawa, belum sawah. Sehingga kemudian situs tempat candi tersebut dinamakan Bukik Awang Maombiak oleh masyarakat.

Candi ini diperkirakan dibangun dan menjadi bagian dari peradaban Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari antara abad ke-7 hingga akhir abad ke-15 Masehi.

Kondisi bangunan candi saat ini sudah sangat rusak. Posisi sisa-sisa struktur bangunan teracak. Sehingga sulit untuk mengetahui bentuk awalnya. 

Meski kondisinya sudah rusak, bangunan candi tersebut masih menyisahkan bagian pondasi dan struktur kaki candi dari bata merah yang masih di posisinya. 

Dari sisa-sisa bangunan diketahui denah bangunan ini berupa empat persegi dengan ukuran 16,60 x 14,35 meter. Pada situs ini, ditemukan juga beberapa fragmen hiasan terakota, yang memiliki motif hias floral berupa sulur-sulur daun dan bunga.

Situs ini telah ditetapkan sebagai objek cagar budaya dan pernah beberapa kali menjalani ekskavasi oleh instansi purbakala.

Ekskavasi pada Candi Bukik Awang Maombiak pernah dilakukan sejak tahun 1998 sampai 2017. Dari hasil ekskavasi ditemukan bata yang memiliki relief. Tapi, saat ditemukan relief ini sudah terlepas dari struktur candi. 

Bata berelief ini kemudian disimpan di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, dan belum pernah dilakukan identifikasi motif pada relief tersebut. 

Dalam sebuah penelitian, dari 10 fragmen bata berelief dari Candi Bukik Awang Maombiak koleksi BPK Wilayah III Provinsi Sumatera Barat diketahui bahwa motif pada relief bata Candi Bukik Awang Maombiak terdiri dari 3 jenis ragam hias, yaitu geometris, flora, dan fauna. 

Motif geometris, terdiri dari variasi motif hiranyagarbha, agni, ratna, dan guirlande. Jenis flora, meliputi variasi motif bunga melati, bunga lotus, dan sulur. 

Terakhir, jenis motif fauna dari variasi gajah yang direpresentasikan oleh belalainya. Secara konseptual motif-motif ini terletak pada bagian tubuh, kaki dan pelipit candi. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment