Kompleks Percandian Muaro Jambi Terluas di Asia Tenggara
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Kompleks Percandian Muaro Jambi situs purbakala yang diyakini sebagai salah satu pusat pengembangan agama Buddha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.
Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dapat ditempuh melalui jalan darat dan sungai dengan jarak dari Kota Jambi sejauh 30 kilometer.
Dalam konteks sejarah regional, Kerajaan Melayu dan Sriwijaya diakui memiliki pengaruh yang luas, tidak hanya di wilayah Nusantara, tetapi juga hingga ke daratan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja dan Filipina.
Kedua kerajaan ini memainkan peran penting dalam percaturan politik dan ekonomi internasional, sebagai penghubung antara India dan Tiongkok pada masanya.
Candi Muara Jambi bahkan pernah menjadi pusat pendidikan Buddhisme pada abad ke-5 hingga ke-6 Masehi. Saat ini, kawasan Candi Muara Jambi berada dalam naungan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Penemuan dan Pemugaran Kompleks Percandian Muaro Jambi
Pada tahun 1824, seorang letnan Inggris, S.C. Crooke, melaporkan adanya percandian di Muaro Jambi saat ia melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer.
Tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran serius terhadap Kompleks Percandian Muaro Jambi yang dipimpin R. Soekmono.
Berdasarkan aksara Jawa Kuno pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi, Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-7-12 Masehi.
Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar, dan kesemuanya bercorak Buddhisme. Kesembilan candi itu, yakni Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.
Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan daerah itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Persia, China, dan India.
Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan "wajra" pada beberapa candi yang membentuk mandala.
Selain tinggalan berupa bangunan, rincian temuan di dalam kompleks tersebut, antara lain arca prajnaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang atau lesung batu.
Kemudian, gong perunggu dengan tulisan Tionghoa, mantera Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Tiongkok, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu.
Tersimpan Lebih dari 80 Reruntuhan Candi
Di dalam Kompleks Percandian Muaro Jambi tersimpan lebih dari 80 reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno dalam rentang antara abad ke-9 sampai dengan ke-15 Masehi.
Kompleks percandian agama Buddha terluas di Asia Tenggara seluas 3981 hektar, membentang searah dengan jalur sungai dari barat ke timur di tepian Sungai Batanghari sepanjang 7,5 kilometer ini, sudah sejak tahun 2009 telah didaftarkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.
Berdasarkan penelitian, situs ini setidaknya berisi 110 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum diokupasi (dikupas). Dalam kompleks percandian itu terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.
Di kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) buatan manusia. Oleh masyarakat setempat, menapo (gunung kecil) itu disebut dengan Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.
Dari sekitar 80 reruntuhan candi yang sudah diketahui, yang oleh masyarakat setempat disebut menapo, baru sebagian kecil yang telah dipugar. Berdasarkan sisa-sisa reruntuhan yang ada, sebuah bangunan menggunakan batu merah.
Candi-candi yang sudah dibangun dan bisa dikunjungi wisatawan, antara lain Candi Vando Astano, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu, Candi Gedong 1, Candi Gedong 2, dan kolam Talaga Rajo.
Selain itu, di kompleks itu juga terdapat kanal-kanal tua yang mengelilingi percandian. Lokasinya tersebar di Desa Muaro Jambi, Kemingking Dalam, dan Danau Lamo. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
