BREAKING NEWS

Temuan Keramik atau Porselen China Tertua di Indonesia

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Keramik, data sejarah Indonesia kuno, sekaligus barang seni yang bermutu dan bernilai tinggi. Keramik dibagi menjadi tiga jenis, yaitu porselin, bahan batuan (stoneware) dan tembikar. 

Porselin, dibuat dari bahan kaolin, berglasir atau diberi pelapis luar agar mengkilap, dan dibakar pada suhu tinggi sekitar 1350 derajat celcius. 

Bahan batuan (stoneware) juga sama, dibuat dari kaolin dan petunze, berglasir tetapi dibakar pada suhu di bawah suhu porselin sekitar 1150 derajat celcius. Sedangkan, tembikar terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar pada suhu yang lebih rendah. 

Sayangnya, di masa lalu, masyakarat yang tinggal di Indonesia belum mampu membuat porselin dan stoneware karena butuh bahan dan teknologi khusus. 

Karenanya, kebanyakan keramik porselin di masa itu diimpor dari luar, seperti dari China, Thailand, Timur Tengah, Persia, Vietnam dan Jepang.

Koleksi keramik atau porselen China tertua yang tercatat dari temuan di Indonesia berasal dari masa Dinasti Han abad ke-2 hingga ke-3 Masehi, yang sebagian koleksinya disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Keramik Dinasti Han ini diketahui dibuat antara tahun 206 Sebelum Masehi hingga 220 Masehi atau sekitar 1800 hingga 2200 tahun yang lalu.

Periode tertua koleksi museum yang berasal dari Dinasti Han abad ke-2 sampai ke-3 Masehi tersebut, di antaranya tembikar atau gerabah kuno (earthenware).

Museum Nasional memiliki koleksi beberapa keramik dari Dinasti Han yang berasal dari Jambi, terutama dari Kerinci. Diduga, keramik ini dibawa oleh migran Tiongkok yang menetap di Indonesia. 

Mereka turut membawa benda pusaka sebagai peralatan upacara. Wadah-wadah yang ditemukan tersebut berkenaan sebagai alat untuk ritual, seperti pendupaan, wadah abu jenazah, mangkuk dan wadah anggur.

Temuan Keramik Han yang cukup banyak di Kerinci tentu menjadi misteri bagi para arkeolog. Kerinci yang notabenenya jauh di pegunungan justru ditemukan keramik asing yang sangat tua. 

Kemudian, ada pula temuan keramik dinasti Han dari Sarolangun-Bangko. Keramik itu, berapa guci yang kemungkinan difungsikan sebagai wadah minuman. Ukuran tingginya sekitar 37 centimeter, dengan warna dasar merah bata serta diberi glasir timah dan hijau lumut.

Selain di Kerinci, pecahan keramik Dinasti Han juga dilaporkan pernah ditemukan di situs-situs arkeologi yang ada di Lampung, salah satunya di Situs Pugung Raharjo, atau Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur. 

Diketahui, pecahan keramik China dari masa-masa awal perdagangan maritim, seperti dari era Dinasti Tang atau sekitar abad ke-6 hingga ke-10 Masehi sering ditemukan di berbagai situs kuno di Sumatera, Jambi, Jawa, hingga percandian seperti Dieng.

Masuknya keramik China pada masa lampau menandai eratnya jalur perdagangan laut kuno antara Tiongkok dan kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti Sriwijaya dan Mataram Kuno. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment