BREAKING NEWS

Perbedaan Antara Hotspot dan Firespot

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Saat musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kita sering mendengar istilah hotspot. Faktanya, hotspot belum tentu berarti ada kebakaran. 

Hotspot merupakan titik panas yang terdeteksi satelit dan masih bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti aktivitas industri, lahan yang sangat panas, atau pantulan panas tertentu.

Berbeda dengan firespot, yaitu titik yang sudah dipastikan sebagai kebakaran aktif setelah melalui proses verifikasi, seperti patroli lapangan, penggunaan drone, atau kamera pemantau.

Perbedaan Utama antara hotspot (titik panas) dan firespot (titik api) terletak pada status konfirmasi dan metode pendeteksiannya dalam konteks kebakaran hutan dan lahan.

Indikasi awal hotspot, berupa area dengan peningkatan suhu permukaan yang lebih tinggi dibanding sekitarnya. Hotspot terdeteksi dari jarak jauh melalui pencitraan satelit, atau sensor termal, seperti MODIS atau VIIRS.

Artinya, status hotspot belum tentu kebakaran. Suhu tinggi bisa disebabkan oleh aktivitas industri, pantulan sinar matahari, lahan terbuka yang sangat panas, atau aktivitas vulkanik.

Sementara, firespot (titik api) lokasi yang sudah dipastikan dan dikonfirmasi benar-benar mengalami kebakaran aktif.

Cara pendeteksian memerlukan verifikasi langsung di lapangan, seperti patroli darat, pemantauan drone, helikopter, atau kamera pemantau jarak jauh, maupun melalui menara pemantau.

Artinya, status firespot dipastikan terjadi kebakaran. Fungsi status firespot sebagai dasar kepastian bagi petugas untuk segera melakukan tindakan pemadaman dan pengerahan tim. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment