Jejak Perbengkelan Neolitik di Lampung
Font Terkecil
Font Terbesar
![]() |
| BELINCUNG BATU - Belincung batu, salah satu tinggalan arkeologis koleksi Museum Lampung. (Foto: UNGKIT.COM/Akhmad Sadad) |
UNGKIT.COM - Jejak-jejak perbengkelan neolitik pernah ditemukan di Lampung, seperti yang ditemukan di Situs Tangkil, berada ditepian Way Ratai. Secara administratif, situs itu termasuk ke dalam wilayah Desa Wates, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Area Situs Tangkil, berupa tanah tegalan atau bukit kecil yang memiliki ketinggian antara 40 sampai 50 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tinggalan arkeologis yang diperoleh di lokasi ini, di antaranya berupa batu inti, calon beliung, beliung persegi, belincung dan juga tatal, terdapat berbagai macam bentuk serpihan yang mengacu pada bentuk-bentuk alat, seperti lancipan dan alat serut. Keseluruhan temuan itu berjumlah sebanyak 23.
Sumber-sumber bahan yang dipergunakan tersedia di aliran Way Ratai. Di sungai itu terdapat bongkahan-bongkahan batuan sejenis dengan alat-alat maupun tatal yang ditemukan di Situs Tangkil serta kandungan batuan lain, seperti batuan beku, sedimen dan sebagainya.
Berdasarkan dari hasil survei diketahui, selain temuan Situs Tangkil, alat-alat neolitik, seperti beliung persegi, belincung dan bandul batu ditemukan pula di kampung-kampung lain, seperti di Dusun Sumberjaya, Desa Sumberjaya dan juga Dusun Tanjungjaya, Desa Sumberjaya, Kecamatan Way Ratai.
Belincung yang ditemukan di Dusun Sumberjaya berukuran cukup besar. Bahan yang digunakan batu sedimen jenis marmer. Belincung memiliki ukuran panjang sekitar 24,3 centimeter, lebar bagian pangkal 8,1 centimeter dan lebar bagian tajaman 5,8 centimeter.
Adapun di Dusun Tanjungjaya, jejak neolitik didapat dari informasi kepala suku setempat yang menyatakan di dusun itu pernah ditemukan alat-alat neolitik, seperti beliung persegi dan belincung. Namun, sangat disayangkan data tersebut sulit dilacak karena adanya pengkeramatan oleh masyarakat setempat. Alat-alat neolitik ini oleh warga setempat disebut dengan “gigi gledek” yang anggap dapat memberikan kesaktian.
Jejak-jejak perbengkelan neolitik di Lampung, selain di Situs Tangkil serta beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Pesawaran, jejaknya ditemukan pula di area situs purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur.
Peninggalan yang menunjukkan adanya aktivitas perbengkelan neolitik di situs ini, berupa penemuan artefak batu, khususnya beliung batu dalam berbagai tahapan pembuatan. Di sini ditemukan cukup banyak peninggalan beliung batu yang mengindikasikan adanya kegiatan pembuatan atau pengolahan alat-alat batu di masa lampau. (*)
.jpeg)