BREAKING NEWS

Kekaisaran Mongol, Kerajaan Daratan Terbesar dalam Sejarah


PATUNG GENGHIS KHAN - Patung raksasa Genghis Khan di Mongolia. (Sumber Foto: Wordatlas)


UNGKIT.COM -
Kekaisaran Mongol atau Kekaisaran Mongolia merupakan kerajaan daratan terbesar dalam sejarah, yang wilayahnya membentang dari Eropa Timur hingga Laut Jepang, mencakup wilayah seluas lebih dari 17,6 kilometer persegi pada puncak kejayaannya.

Pendiri Kekaisaran Mongol adalah Genghis Khan. Tidak ada konsensus mengenai tahun kelahirannya yang tepat, tetapi orang Mongolia modern umumnya percaya bahwa ia lahir pada tahun 1162. Ia lahir di dekat Danau Baikal, yang sekarang terletak di Timur Jauh Rusia. Nama aslinya saat lahir adalah Temujin. 

Pada tahun 1206, Temujin menyatukan semua suku Mongol-Turki nomaden di bawah kekuasaannya. Pada saat itu, ia mengambil gelar Genghis Khan, yang berarti "Penguasa Samudra" atau "Penguasa yang Teguh dan Bertekad".

Langkah pertama Genghis Khan untuk memperluas kerajaannya terjadi pada tahun 1207 ketika bangsa Mongol mulai menyerang kerajaan Tangut Xi Xia, yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Tiongkok dan sebagian Tibet. 

Tiga tahun kemudian, penguasa Xi Xia tunduk kepada kekuasaan Genghis Khan. Kaisar Mongol kemudian mengalihkan perhatiannya ke Dinasti Jin, yang menguasai Tiongkok timur laut. 

Dengan penaklukan Beijing pada tahun 1215, Tiongkok kehilangan semua wilayahnya di utara Sungai Kuning. Akhirnya, wilayah Dinasti Jin menjadi negara penyangga yang memisahkan bangsa Mongol di utara dari wilayah Tiongkok yang diperintah oleh Dinasti Sung di selatan.

Tahun 1218 menandai awal ekspansi Mongol ke Asia Tengah. Ekspansi ini sebagian besar respons Genghis Khan terhadap pembunuhan beberapa rakyat Muslimnya oleh Khwarezm, yang memicu perang antara Mongol dan kesultanan Khwarezm. Dengan demikian, Mongol maju ke barat, menjarah beberapa kota penting di sepanjang jalan. 

Pada tahun 1223, Mongol telah maju hingga ke barat sejauh Rusia selatan dan Semenanjung Krimea, meskipun batas ekspansi teritorial mereka tidak melampaui Laut Kaspia. Empat tahun kemudian, Genghis Khan meninggal saat memimpin pasukannya dalam perang kedua Kekaisaran Mongol dengan negara Xi Xia yang disebutkan sebelumnya. 

Pada saat kematiannya, Kekaisaran Mongol membentang wilayah dari pantai timur Laut Kaspia di barat hingga pantai timur laut Tiongkok di timur, dan dari sabuk hutan Siberia di utara hingga Pegunungan Pamir dan Tibet di selatan. 

Kekaisaran yang didirikan tahun 1206 dan berakhir 1368 ini pemerintahan terbesar kedua dalam sejarah manusia, setelah Imperium Britania Raya. Kekaisaran Mongol terkenal dengan kavalerinya yang kuat dan gesit. Selama dalam 25 tahun banyak negara yang mereka taklukkan.

Sepeninggal Genghis Khan, Kekaisaran Mongol dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Kekaisaran Mongol terbagi menjadi empat bagian, yaitu Dinasti Yuan (Tiongkok), Ilkhanate (Persia), Kekhanan Chagatai (Asia Tengah) dan Golden Horde (Rusia). Semua wilayah pembagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.

Para Khan Agung di Karakorum dan setelah masa Mongke, di Peking atau Khanbaliq (berarti "Kota Para Khan"), hidup dengan kekayaan meterial dan barang jarahan yang didapat dari daerah-daerah taklukan Mongol. 

Hal tersebut dapat ditemui dalam laporan perjalanan dari para musafir dan tamu dari Eropa Barat dan Timur Dekat. Lambat-laun, para Khan Agung Mongol menjadi dinasti Tiongkok dan hanya memiliki kekuasaan nominal saja terhadap khan-khan Mongol di Asia Tengah dan Asia Barat.

Menurut ahli sejarah barat R.J. Rummel, diperkirakan sekitar 30 juta orang terbunuh dibawah pemerintahan Kekaisaran Mongolia dan sekitar setengah jumlah populasi Tiongkok habis dalam 50 tahun pemerintahan Mongolia. (*)

Posting Komentar