Sumber Asing dan Tokoh Sentral Pemahaman Tentang Sejarah Lampung
Font Terkecil
Font Terbesar
UNGKIT.COM - Sejarah di Lampung, selain dari sumber-sumber lokal juga dari catatan dan berita-berita asing. Sumber asing yang sudah terkenal menyebut daerah di Lampung, antara lain dari China, Portugis dan Belanda. Tokoh-tokoh itu, di antaranya I-Tsing, Tome Pires dan F.G. Steck.
Ketiga tokoh dengan latar belakang yang masing-masing berbeda ini, tokoh-tokoh sentral pemahaman tentang sejarah Lampung, hingga catatan, tulisan dan laporan mereka banyak dijadikan referensi, kajian, penelitian hingga penulisan sejarah daerah Lampung khususnya, dan Pulau Sumatera, Indonesia umumnya.
Catatan perjalanan I-Tsing, menjadi salah satu petunjuk akan keberadaan kerajaan-kerajaan di Pulau Sumatera, selain adanya prasasti dan sejumlah peninggalan lainnya.
Kesaksian I-Tsing, telah pula mengilhami para sejarawan, antropolog, sosiolog, pemerhati sejarah, penulis hingga pemerintah daerah, mencari jejak-jejak keberadaan Kerajaan Melayu, Sriwijaya dan Tulangbawang di Lampung, yang diperkirakan ketiga kerajaan itu pusat pemerintahannya berada di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sekarang.
Tokoh lain yang memiliki kontribusi terhadap sejarah di Lampung, yakni Tomé Pires. Dia menulis Suma Oriental, sebuah deskripsi penting tentang geografi, etnografi dan perdagangan di pesisir Asia yang membentang dari Laut Merah hingga Jepang. Naskah itu jadi catatan penting tentang wilayah tersebut pada awal penjajahan bangsa Eropa di awal abad ke-16 Masehi.
Naskah Suma Oriental, yang di dalamnya menyebut Tulangbawang dan Sekampung di Lampung ini, tidak pernah diterbitkan oleh Tomé Pires dan tidak pula diperhatikan, hingga naskahnya ditemukan dalam sebuah arsip kuno di Paris tahun 1944.
Dalam bukunya, Tomé Pires menggambarkan bagaimana kehidupan warga di Lampung, termasuk menyebutkan jika Tulangbawang dan Sekampung menjalin hubungan perdagangan hasil bumi dan hasil hutan dengan Sunda dan Jawa.
Selain I-Tsing dan Tomé Pires, orang yang juga berkontribusi terhadap sejarah di Lampung, yakni Frans Gerardus Steck, atau lebih dikenal dengan F.G. Steck.
Dia seorang Kapten Infanteri KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) pada abad ke-19 Masehi, yang terkenal karena kontribusinya dalam penulisan topografi dan etnografi di daerah Lampung.
Topographische en Geographische Beschrijving Der Lampongsche Distrikten karya F. G. Steck, sebuah artikel penting yang diterbitkan tahun 1862 di jurnal Belanda, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkun-de/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia. Publikasi itu menyediakan deskripsi topografi serta geografis yang terperinci mengenai Distrik Lampung.
Artikel ini, merupakan sumber primer yang sering dirujuk para sejarawan untuk memahami kondisi wilayah Lampung abad ke-19 Masehi, termasuk aspek geografi dan topografi, konteks kolonial, sosial-ekonomi, hingga etnografi Lampung.
Artikelnya itu, diterbitkan dalam beberapa bagian, termasuk Vervolg van de Topographische en Geographische Beschrijving der Lampongsche Distrikten, yang berarti kelanjutan dalam volume yang sama dari jurnal tersebut.
Catatan F.G. Steck, menjadi sumber penting dan salah satu rujukan historis mengenai masyarakat Lampung pada periode kolonial Belanda. Catatannya, secara umum berfokus pada dominasi ekonomi dan politik di Lampung, meskipun catatan spesifiknya juga lebih mengarah pada aspek sosial dan budaya.
Dalam laporannya, ia menggambarkan terkait interaksi sosial dan budaya dengan pendatang, seperti etnis Banten, Bugis, Jawa dan Tionghoa, termasuk mencatat sejarah kuliner dan demografi awal wilayah ini semasa kolonial.
Laporannya, memberikan informasi penting yang sangat berharga mengenai kelompok-kelompok pendatang awal dari berbagai etnis di wilayah Lampung serta interaksi dagang mereka, khususnya lada hitam.
Karya F.G. Steck memberikan perspektif dari sudut pandang kolonial tentang bagaimana masyarakat Lampung asli berinteraksi dengan non pribumi dan dunia luar, membentuk keberagaman budaya yang ada serta berkembang sampai sekarang. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
