BREAKING NEWS

Tomé Pires Salah Satu Sumber Asing yang Berkontribusi Terhadap Sejarah di Lampung



UNGKIT.COM - Tomé Pires, orang Portugis, salah satu dari beberapa sumber asing yang memiliki kontribusi terhadap sejarah di Lampung. 

Tomé Pires, di dalam buku Suma Oriental yang ditulisnya di Malaka antara tahun 1512 hingga 1515 menyebut, Kerajaan Sunda (regño de Çumda) dan Jawa menjalin hubungan dagang dengan Tulangbawang (Tulimbavam) dan Sekampung (Çaçanpom) di Lampung. 

Hubungan dagang tersebut berlangsung terus hingga masa Kesultanan Banten. Beberapa barang dagangan dari Tulangbawang dan Sekampung, seperti lada masuk ke Sunda melalui Pelabuhan Cheguide (Cigede). Pelabuhan ini dapat dilokalisir di Situs Kramat, Tangerang, dekat muara Sungai Cisedane. 

Tulangbawang, di dalam catatan Tomé Pires, merupakan lokasi yang wilayahnya berbatasan dengan Sekampung. Sebagian masyarakat Tulangbawang masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Daerah ini penghasil lada, emas, kapas, lilin, rotan, beras, ikan dan buah-buahan. 

Jalan masuk ke sana satu-satunya hanya melalui sungai. Perdagangan dilakukan dengan Jawa dan Sunda. Barang dagangan setelah dikumpulkan kemudian dilakukan perdagangan antarpulau. Perjalanan dari Tulangbawang ke Sunda menyeberangi lautan dalam sehari, sedangkan ke Jawa memerlukan waktu dua hari. 

Sementara Sekampung, menurut Tomé Pires, daerah yang sangat melimpah barang-barang komoditas, seperti hasil bumi dan hasil hutan. Perdagangan dilakukan juga dengan Sunda dan Jawa. Barang dagangan meliputi kapas, emas, madu, lilin, rotan dan lada. Bahan makanan yang diperdagangan, berupa beras, daging, ikan, minuman keras (wines) dan buah-buahan. 

Penguasa Sekampung dan masyarakatnya masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Perjalanan dari Sekampung ke Jawa menyeberang laut dengan menggunakan perahu (lancharas) dalam waktu tiga hari, sedangkan ke Sunda selama satu hari.

Siapa Tomé Pires?

Tomé Pires, lahir di Lisboa, atau kemungkinan di Leiria, Portugal, tahun 1468 dan meninggal di Tiongkok, tahun 1524, atau 1540. Ia dikenal sebagai seorang apoteker, administrator kolonial dan diplomat Portugis. 

Tahun 1510, dia ditugaskan Istana Portugis untuk bertugas sebagai faktor obat-obatan di India yang datang bersama rombongan Afonso de Albuquerque dan tiba di Cannanore tahun 1511. Sebagai apoteker, ia mencari pasokan obat-obatan di sepanjang jalur rempah hingga ke Malaka.

Pada tahun 1512, Tomé Pires dikirim ke kota pelabuhan Malaka, yang baru saja direbut oleh Portugis. Di sana, dia bertugas sebagai kepala akuntan untuk pabrik kerajaan. Selain tugas sebagai feitor das drogarias, Tomé Pires dilantik sebagai penulis dan bendahara untuk menjaga harta perdagangan yang melibatkan Malaka dan Jawa. 

Sekembalinya ke India tahun 1515, Pires dikirim ke Tiongkok sebagai duta besar dari Raja Portugal untuk Istana Ming. Misinya gagal, ketika istana Tiongkok menolak mengakuinya karena aktivitas pedagang Portugis yang semakin bermusuhan di wilayah tersebut. Pires tidak pernah meninggalkan Tiongkok. Dia dikabarkan di eksekusi Tiongkok tahun 1524, atau mungkin dibuang seumur hidup ke provinsi terpencil di Tiongkok. 

Selama tinggal di Malaka, Tomé Pires menulis Suma Oriental, sebuah deskripsi penting tentang geografi, etnografi dan perdagangan di pesisir Asia yang membentang dari Laut Merah hingga Jepang. Naskah itu jadi catatan penting tentang wilayah tersebut pada awal penjajahan bangsa Eropa di awal abad ke-16 Masehi. 

Naskah Suma Oriental, yang di dalamnya menyebut Tulangbawang dan Sekampung di Lampung ini, tidak pernah diterbitkan oleh Tomé Pires dan tidak pula diperhatikan, hingga naskahnya ditemukan dalam sebuah arsip kuno di Paris tahun 1944.

Ada tiga versi Suma Oriental. Versi paling lengkap disimpan di Bibliothèque de l’Assemblée Nationale, Paris, diterbitkan oleh Armando Cortesão melalui Hakluyt Society. Naskah inilah yang paling sering dijadikan referensi. 

Naskah kedua, yang lebih pendek, ditemukan di Lisabon. Ada bagian-bagian yang hilang. Naskah ini, dikumpulkan oleh Rui Manuel Loureiro melalui Institvto Portvgvês do Oriente, Macau, tahun 1996. Versi ketiga, terjemahan ke bahasa Italia oleh Giovanni Battista Ramusio, dalam koleksi Navigationi e Viaggi.

Di antara sekian banyak pencapaiannya, buku itu memuat deskripsi Eropa pertama tentang Kepulauan Melayu dan Kepulauan Rempah. Sebuah catatan sejarah Malaka yang paling awal diketahui dan mengandung banyak informasi yang tidak ditemukan di tempat lain. 

Pires orang pertama yang menggunakan nama Jepang, mengejanya sebagai Jampon. Detail dan akurasi deskripsinya tentang Sumatera dan Jawa tidak tertandingi selama beberapa abad. Penggambarannya tentang daerah di Lampung serta hubungan perdagangan dengan kerajaan di Pulau Jawa khususnya, menjadi catatan penting tentang situasi serta kondisi Lampung kala itu. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Posting Komentar