BREAKING NEWS

Kopilot FlyDubai yang Menyerang Kapten Penerbangan dengan Kapak Dicurigai Terlibat Ekstremisme

Pesawat FlyDubai. (Sumber Foto: Bloomberg)


DUBAI, UNGKIT.COM - Kopilot maskapai FlyDubai yang dituduh menyerang kapten penerbangan menuju Israel dengan kapak dan mencoba merebut kendali merupakan warga negara Oman yang telah dilarang terbang dengan maskapai penerbangan negaranya karena kekuatiran tentang pandangan ekstremisme. 

Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Hamam Al Hammami (29) diketahui pernah diskors dari tugas terbang oleh maskapai Oman Air.

Menurut laporan pejabat intelijen dan penegak hukum senior, seperti dikutip Minggu (4/10/2026), Al Hammami ditemukan memiliki materi ekstremis saat bekerja sebagai kopilot magang di Oman Air pada tahun 2024. Meski dilarang terbang, ia sempat diizinkan melanjutkan pekerjaan di maskapai tersebut dalam peran administratif.

Pengungkapan mengenai pemecatan kopilot tersebut dari Oman Air kemungkinan akan memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana al-Hammami bisa mendapatkan pekerjaan di FlyDubai, maskapai saudara dari Emirates Airline.

Jaksa Agung Emirat Arab, Hamad Saif Al Shamsi, pada Sabtu waktu setempat (3/10/2026), mengonfirmasi bahwa kopilot tersebut mencoba melakukan tindakan teroris. 

Pelaku mulai mengeksekusi rencananya di tengah penerbangan dengan menyerang pilot di dalam kokpit menggunakan kapak darurat (crash axe) dan mencoba merebut kendali pesawat.

Pernyataan ini merupakan konfirmasi resmi pertama dari otoritas Emirat mengenai penggunaan senjata tajam dalam insiden tersebut. Sebelumnya, otoritas setempat hanya menyebut peristiwa ini sebagai insiden keamanan yang sedang diselidiki.

Penyidik di Uni Emirat Arab mengatakan kopilot tersebut berusaha “melakukan aksi terorisme” dengan menyerang rekannya menggunakan kapak yang disimpan di kokpit untuk keadaan darurat dan berusaha merebut kendali pesawat.

Setelah para penumpang dan awak cadangan di dalam pesawat turun tangan untuk melumpuhkan al-Hammami dan menstabilkannya, pesawat yang mengangkut lebih dari 170 penumpang itu, berhasil mendarat dengan selamat di sebuah bandara regional di Arab Saudi pada 30 September 2026. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment