Situs Hara Kuning: Prasasti Hujung Langit Hingga Jejak Permukiman (Bagian 2)
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Pada tahun 2013, Situs Hujung Langit kembali diteliti Balai Arkeologi Bandung, dengan fokus mengetahui fungsi situs serta pengorganisasian ruang. Hasil penelitian diketahui, pada lahan situs terdapat sebaran batu andesit serta kronologi fragmen tembikar dari abad ke-10—20 Masehi.
Hasil analisis tipologi, bentuk fragmen tembikar diketahui dominan wadah, menguatkan dugaan fungsi situs selain sakral juga profane atau permukiman. Hal ini, terlihat dari pengorganisasian ruang, adanya kumpulan batuan dan batu bergores di sebelah selatan serta area prasasti di sebelah utara.
Pembukaan tiga lubang uji pernah dilakukan di area selatan dan tengah. Singkapan tanahnya, berupa lapukan tuff berwarna kuning hingga kedalaman 80 centimeter. Fragmen keramik dan tembikar, ditemukan dalam ukuran relatif kecil sampai dengan kedalaman 50 centimeter.
Survei tahun 2018, terlihat areal situs yang lebih terbuka, terutama di area tengah hingga ke selatannya. Cungkup prasasti masih sama, terletak ditepi jalan setapak bagian utara situs serta tertutup rimbunnya pohon kopi. Temuan batu-batu datar masih pada posisinya.
Keadaan sekarang, prasasti berada di lahan berpagar kawat, yang sedikit lebih tinggi dari tanah sekitarnya dengan ukuran luas sekitar 95 meter persegi. Pintu masuk lahan berada di sisi selatan.
Prasasti yang telah dibuatkan cungkupnya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang ini, di sekeliling lahannya terdapat cekungan melingkar yang membentuk seperti parit.
Selain prasasti, di dalam cungkup terdapat satu arca megalitik dan beberapa potongan batu, yang menunjukkan adanya bekas pengerjaan manusia. Diperkirakan, potongan-potongan batu tersebut sisa suatu bangunan.
Prasasti Hujung Langit, dipahatkan pada sebongkah batu andesit, yang berbentuk cenderung kerucut. Bagian atas batu lebih kecil daripada bagian bawahnya. Sebagian dari batu prasasti ini terpendam di dalam tanah.
Prasasti, terdiri dari 18 baris tulisan yang digoreskan pada permukaan batu yang menghadap ke utara. Kondisi tulisan sudah sangat aus.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Prof. Dr. Louis-Charles Damais, Nicolaas Johannes Krom dan Prof. Dr. Buchari diketahui, prasasti ini berhuruf Jawa Kuno dan berbahasa Melayu Kuno. Berdasarkan paleografi atau perbandingan hurufnya diperkirakan prasasti itu berasal dari sekitar abad ke-10 Masehi.
Damais, yang melakukan pembacaan prasasti berhasil mengetahui sebagian kalimat yang tertulis dalam prasasti tersebut. Isinya sebagai berikut:
1.swasti ṥri sakhāla warsatita 919
2.margasara masa tithi nawami suklapaksa wā wa
3.ṥu wara wuku kunińan). ni tātkālaŋu marku hu
4.juŋ lańit) barkenan) sahutan). satanah.
5.wulan) ahuji. kâmarukě- sakahulilut)
6.badan). sakamatyan. sātukidupan). salaku saja
7.-- -- mabuŋbuŋ. manatkala puŋku haji yowa rajya ṥrī haridewa
8.sakti juru rědap) juru -- --mwaŋlan juru paja
9.bat) dummak). panīńhatur agata. barpuji -- --
10.juru ńatalan). Ŋana wihāra samgat) juru.
11.pajak) pramukhānahan ) ni buñcaŋ markunań …….
12.-- -- han . wayan di hujuŋlańit) -- -- ha – la parka -- --
13.– pama banawa -- -- bdra juru sāmyo danda ńa -- -- -- -- -- -- -- --
14.-- -- buńa mayaŋ tinaŋluh kumaramatya kěmbaŋ ńanumīrada pusaka
15.– bat) juru mabwań. Pamgat juru ruhanan pramukha ṥrī di
16.banwa –mãmtu -- -- -- -- rama_ ni hulun risań ãjna makabehan)
17.sara patyâńaran. hujuń lańit sa -- -- --. Mwaŋ han) ńana
18.(penutup)
Arti/Terjemahan Isi Prasasti:
1.selamat! Ketika sang waktu pada tahun ṥaka telah berlangsung selama 919 tahun lamanya
2.mārgaṥira bullannya (masa), tanggal 9 paro terang (ṥuklapakșa) wās wage
3.ṥukra (adalah) wāra nya. Kunińan (adalah) wuku nya, pada saat (penguasa) daerah hu
4.juŋ lańit mempersembahkan seluruh hutan (dan) seluruh tanah
5.(pada) bulan asuji (yang apabila) perintah ini dilanggar akan ditusuk (oleh senjata tajam) dan diremas
6.badan (nya) (dalam) seluruh kematian (dan) seluruh kehidupan (secara) terus menerus
7.…………………., ketika puŋku haji yuwa rajya (yang bernama) ṥri hari dewa
8.sakti (bersama) juru rědap, juru……dan juga juru paja
9.bat (memberikan) hadiah (berupa) tanah (untuk) datang mempersembahkan (dan) memuja..
10.juru ńatalan terdapat wihāra …..samgat juru
11.pajak. Demikian pramukha kabayan dipekerjakan (di sana)
12.….wayan di hujuŋ lańit…………….
13.……perahu ….. juru samya danda…….
14........bunga pinang yang mati muda (sehingga tidak menghasilkan) buah, memberi kembang untuk barangbarang pusaka
15.…..juru mabwang pamgat juru ruhanan……pramukha ṥri di
16.banwa …….rama hulun (demikianlah) perintah (ini) (diturunkan) untuk semuanya
17.(dari) pemilik ketentuan (daerah) yang bernama hujuŋ lańit…………….
18.(Penutup)
Keyakinan kalau prasasti ini juga menggunakan bahasa Melayu karena adanya kata penunjuk lokasi yang berbahasa Melayu.
Berdasarkan beberapa kata yang masih dapat terbaca, diduga isi prasasti itu mengenai penetapan sebidang tanah atau hutan di Hujung Langit sebagai sima oleh Pungku Haji Yuwarajya Sri Haridewa untuk dipergunakan membiayai pemeliharaan suatu bangunan suci.
Selain 18 goresan membentuk huruf itu, dibagian atas prasasti terdapat goresan membentuk pisau belati. Pisau belati tersebut digambarkan terhunus, dengan mata belati menghadap ke arah kanan.
Berdasarkan penafsiran Prof. Dr. Louis-Charles Damais, Prasasti Hujung Langit (Hara Kuning) bukti peninggalan Sekala Brak zaman Suku Tumi.
Dalam prasasti bertarikh 9 Margasira 919 Saka atau tahun 997 Masehi, terpahat nama seorang raja, yang diduga pernah berkuasa di Sekala Brak bernama Puŋku Haji Yuwa Rajya Śrī Haridewa (Baginda Sri Haridewa).
Sumber lain menyebutkan, Prasasti Hujung Langit sebuah prasasti era keemasan Kedatuan atau Kerajaan Sriwijaya.
Diduga, isi dari prasasti ini mengenai penetapan sebidang tanah di Hujung Langit sebagai sima oleh putra mahkota Kerajaan Sriwijaya, Punku Haji Yowa Rajya Śrī Haridewa, untuk dipergunakan membiayai pemeliharaan suatu bangunan suci. (*)
*) Bersambung ke "Situs Hara Kuning: Prasasti Hujung Langit Hingga Jejak Permukiman (Bagian 3)"
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
