Pengelolaan, Perlindungan Hingga Pembiayaan Berkelanjutan Kawasan Taman Nasional di Indonesia
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Pemerintah Indonesia mengelola dan melindungi 57 taman nasional melalui Kementerian Kehutanan dan Balai Taman Nasional dengan menerapkan inovasi pembiayaan serta melibatkan masyarakat.
Pengelolaan kawasan konservasi diatur lewat undang-undang serta pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional berdasarkan Keppres No. 8/2026 untuk memperkuat restorasi dan perlindungan satwa liar.
Pemerintah melakukan kemitraan internasional dan domestik serta mengalokasikan dana APBN untuk pemulihan ekosistem di berbagai kawasan prioritas. Kemitraan internasional bekerja sama dengan negara lain dalam pengelolaan, perlindungan hingga pembiayaan ini contohnya dengan pemerintah Inggris.
Sejumlah balai taman nasional, seperti TN Komodo, TN Bromo Tengger Semeru, dan TN Gunung Rinjani, diberi status BLU agar keuangan lebih fleksibel serta mandiri demi percepatan konservasi.
Tak hanya itu, pemerintah juga melibatkan masyarakat dalam mengelola Taman Nasional dengan membuka ruang bagi warga lokal agar ikut menjaga kelestarian hutan.
Kerja Sama dengan Organisasi Independen
Untuk mendukung pengelolaan, perlindungan, serta pembiayaan berkelanjutan di berbagai kawasan Taman Nasional di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan bekerja sama secara aktif dengan organisasi konservasi independen, salah satunya WWF-Indonesia.
Melansir situs web-nya, WWF-Indonesia adalah organisasi konservasi independen yang terpercaya yang didirikan berdasarkan pemahaman tentang hubungan yang kompleks antara aktivitas manusia dan alam, dengan fokus pada pencarian solusi yang dapat diterapkan dan memobilisasi aksi dari para pemangku kepentingan dan pendukung.
WWF-Indonesia memiliki visi untuk konservasi yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dengan berfokus pada tata kelola sumber daya alam yang adil untuk menjamin manfaat konservasi di masa depan.
Peran dan bentuk kerja sama WWF pada Taman Nasional, antara lain mendampingi dan melindungi satwa terancam punah di habitat aslinya, seperti perlindungan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, gajah Sumatra di Taman Nasional Tesso Nilo, hingga konservasi di Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
WWF-Indonesia terlibat dalam Satgas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik bersama pemerintah untuk mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk skema perdagangan karbon (carbon trading).
WWF-Indonesia melibatkan masyarakat penyangga kawasan hutan dan taman nasional guna membangun sistem kehidupan yang berkelanjutan sekaligus mengantisipasi perusakan lingkungan
Bersama Kementerian Kehutanan, WWF secara berkala mengampanyekan ekowisata bertanggung jawab, seperti salah satu kegiatannya di Taman Nasional Gunung Merbabu.
Selain WWF, terdapat beberapa organisasi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional maupun internasional yang aktif bekerja sama dalam pengelolaan dan konservasi di Taman Nasional di Indonesia.
Beberapa organisasi yang aktif di taman nasional, di antaranya YKAN (Yayasan Konservasi Alam Nusantara), WCS (Wildlife Conservation Society) Indonesia, WCS (Wildlife Conservation Society) Indonesia, ICE (International Conservation Fund of Canada) & ZSL (Zoological Society of London), Burung Indonesia, BOS (Borneo Orangutan Survival) Foundation, dan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia).
YKAN (Yayasan Konservasi Alam Nusantara), mitra utama The Nature Conservancy di Indonesia yang fokus pada sains konservasi, perlindungan ekosistem darat dan laut, serta aktif di berbagai provinsi.
WCS (Wildlife Conservation Society) Indonesia, organisasi internasional yang sangat aktif mendukung pengelolaan taman nasional, seperti di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas untuk perlindungan satwa kunci (harimau, gajah, badak).
ICE (International Conservation Fund of Canada) & ZSL (Zoological Society of London), sering terlibat dalam program pemantauan satwa liar dan restorasi ekosistem di taman nasional Sumatra dan wilayah lainnya.
Burung Indonesia, organisasi mitra BirdLife International yang berfokus pada konservasi jenis burung dan habitatnya di berbagai kawasan pelestarian alam.
BOS (Borneo Orangutan Survival) Foundation, fokus pada penyelamatan dan rehabilitasi orangutan beserta habitat hutannya, terutama di wilayah Kalimantan.
Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), jaringan advokasi dan kampanye lingkungan terbesar di Indonesia yang kerap mengawasi kebijakan serta perlindungan kawasan konservasi. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
