Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Hutan Dataran Rendah Terbesar Asia Tenggara
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) satu dari dua kawasan konservasi yang berbentuk taman nasional di Provinsi Lampung selain Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Secara administratif, kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagian besar terletak di wilayah Provinsi Lampung, seperti Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Pesisir Barat, dan Kabupaten Tanggamus, serta Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dan sebagian kecil Provinsi Sumatera Selatan.
Untuk mengelolanya, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan telah menyusun dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Tak hanya keanekaragaman hayati, kawasan TNBBS menyimpan sejumlah temuan dan situs peninggalan bersejarah yang menandakan kawasan ini dulunya merupakan jalur atau wilayah permukiman masa lalu.
Berwisata ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, yang membentang dari Lampung hingga Bengkulu dengan beberapa resor atau wilayah tujuan wisata populer yang sarat keindahan alam ini, menawarkan pengalaman menjelajahi hutan hujan tropis, melihat air terjun, hingga wisata edukasi satwa langka.
Topografi TNBBS
Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berada di ujung Selatan dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan, sehingga memiliki topografi yang cukup bervariasi, mulai datar, landai, bergelombang, berbukit-bukit curam dan bergunung-gunung.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memiliki ketinggian wilayah berkisar antara 0–1964 meter di atas permukaan laut. Lereng timurnya cukup curam, sedangkan lereng barat ke arah Samudera Hindia agak landai.
Berdasarkan Peta Lereng dan Kemampuan Tanah Provinsi Lampung, kawasan taman nasional ini merupakan daerah yang labil karena terletak pada zona sesar utama Sumatera yang disebut Zona Sesar Semangka.
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
Sejarah Kawasan
Sejarah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang memiliki luas wilayah sekitar 355.511 hektar ini di mulai sebagai Kawasan Suaka Margasatwa tahun 1935 melalui Besluit van der Gauverneur General van Nederlandsch Indie No. 48 stbl. 621 tahun 1935 dengan nama Suaka Margasatwa Sumatera Selatan I.
Melalui surat Pernyataan Menteri Pertanian No. 736/Mentan/X.1982 tanggal 14 Oktober 1982, kawasan tersebut dinyatakan sebagai calon Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan luas 365.000 hektar.
Setelah revisi luasan hutan di Provinsi Bengkulu sesuai dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 489/Kpts-II/1999 tentang Penetapan Kelompok Hutan Kaur Timur Register 52 seluas 64.711 hektar, maka luas TNBBS adalah 366.511 hektar dan sesuai dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 71/Kpts-II/1990 tanggal 5 Februari 1990 CAL Bukit Barisan Selatan seluas 21.600 hektar selanjutnya turut dikelola oleh TNBBS.
Kemudian, berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 256/Kpts-II/2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Provinsi Lampung dan peta lampiran diketahui bahwa CAL Bukit Barisan Selatan yang berdampingan dan berbatasan langsung dengn TNBBS menjadi satu kesatuan pengelolaan dengan TNBBS.
Keanekaragaman Hayati dan Keunikannya
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memiliki beberapa hutan dataran rendah di Sumatera yang terakhir kali dilindungi.
Kawasan ini sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia, yakni gajah Sumatera, badak Sumatera dan harimau Sumatera.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan salah satu dari tiga taman nasional di Sumatera yang mewakili prioritas tertinggi bagi Unit Konservasi Harimau, serta satu-satunya taman nasional yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah terbesar pada hutan hujan tropis di Asia Tenggara.
Selain itu, taman nasional ini memiliki fungsi strategis sebagai kawasan sistem penyangga kehidupan yang perannya sangat penting bagi masyarakat di sekitarnya, karena kawasan ini merupakan daerah tangkapan air (Catchment area).
Kawasan ini sedikitnya memiliki 23 sungai besar dan ratusan anak-anak sungai yang mengalirkan airnya membawa kehidupan dari taman nasional ke daerah-daerah hilir di sepanjang pesisir Kabupaten Tenggamus, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat dan Bengkulu Selatan.
World Wide Fund for Nature (WWF) sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan, mencantumkan TNBBS dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi.
Melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF, taman nasional ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera.
Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan, yaitu daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia.
Pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.

