Tết Nguyên Đán, Festival dan Hari Libur Paling Penting dalam Budaya Vietnam
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Tết atau resminya disebut Tết Nguyên Đán merupakan festival dan hari libur paling penting dalam budaya Vietnam yang merayakan tahun baru Imlek dan datangnya musim semi.
Tết Nguyên Đán berarti "Festival Pagi Pertama" dalam penanggalan lunar. Waktu perayaannya jatuh pada akhir Januari atau pertengahan Februari berdasarkan kalender lunar.
Ucapan selamat tahun baru Tết dalam bahasa Vietnam "Chúc mừng năm mới" atau "Cung chúc tân xuân" yang berarti "selamat tahun baru". Ucapan "Cung hỉ phát tài" dari bahasa Konghu Kung hei fat choi yang berarti "Selamat dan semoga makmur" juga sering diucapkan.
Banyak tradisi tahun baru Tết yang mirip dengan tradisi tahun baru Imlek. Hari raya Tết juga dirayakan bersamaan dengan tahun baru Imlek, walaupun tidak selalu dirayakan pada tanggal yang sama.
Perbedaan zona waktu antara Hanoi dengan Beijing menyebabkan tanggal perayaan tahun baru Tết bisa terlambat 1-2 hari hingga pada hari ke-3 bulan yang pertama.
Orang Vietnam sudah bersiap-siap sejak beberapa minggu sebelumnya dengan memasak makanan istimewa dan membersihkan rumah. Pada hari raya Tết, orang Vietnam pergi ke vihara dan mengunjungi sanak keluarga.
Makna dari perayaan ini momen pembersihan sial dari tahun lalu, menyambut awal yang baru, serta waktu untuk berkumpul bersama keluarga.
Hari raya Tết kesempatan bagi orang Vietnam untuk pulang ke kampung halaman mengunjungi sanak saudara. Sebagian besar orang pulang ke kampung halaman untuk mendoakan leluhur di altar keluarga dan membersihkan makam.
Keluarga Vietnam biasanya memiliki altar keluarga untuk menghormati arwah leluhur. Altar dibersihkan dan sesajen diganti dengan yang baru untuk menyambut tahun baru.
Setiap rumah di Vietnam dipercaya memiliki tiga dewa dapur yang disebut (Ông Táo) yang pulang ke surga pada hari ke-23 bulan terakhir kalender Tionghoa.
Ketiga dewa pulang untuk melaporkan kejadian yang dialami rumah yang dijaganya kepada Kaisar Giok. Keberangkatan ketiga dewa dilepas dengan upacara sederhana, sedikit persembahan diberikan untuk bekal selama perjalanan.
Pemilik rumah sering mengoleskan madu ke patung sosok Ông Táo agar sewaktu di langit hanya berbicara yang mengenai hal yang manis-manis saja.
Tradisi perayaan Tết berbeda-beda menurut wilayah dan agama yang dianut. Secara umum, perayaan Tết di tiga wilayah Vietnam dapat dibagi menjadi 3 periode, Tất Niên (persiapan Tết), Giao Thừa (malam tahun baru Tết), dan Tân Niên (hari awal tahun baru).
Menjelang hari raya Tết, setiap keluarga biasanya memasak makanan istimewa untuk hari raya seperti: bánh chưng dan bánh dầy. Cara pembuatan kedua masakan ini sangat repot dan perlu digodok selama beberapa hari.
Di malam hari anggota keluarga harus ada yang menjaga api kompor yang dilakukan sambil saling bercerita tentang perayaan Tết pada tahun-tahun yang sudah lewat.
Hari pertama tahun baru Tết dirayakan di rumah bersama keluarga dekat. Jalan-jalan di kota besar menjadi kosong karena orang memilih berada di dalam rumah dan sebagian besar penduduk pulang ke kampung halaman.
Anak-anak menerima angpau yang disebut lì xì dari anggota keluarga yang lebih tua. Sebelum menerima angpau, anak-anak biasanya mengenakan pakaian baru dan memberi ucapan selamat hari raya Tết kepada anggota keluarga yang lebih tua.
Orang Vietnam percaya tamu pertama yang datang ke rumah menentukan keberuntungan yang bakal diterima sepanjang tahun oleh keluarga yang tinggal di rumah tersebut.
Berdasarkan kepercayaan ini, orang dilarang bertamu atau bertandang ke rumah orang pada hari pertama tahun baru tanpa diundang sebelumnya.
Peristiwa kedatangan tamu pertama sewaktu tahun baru Tết disebut xông đất atau đạp đất. Biasanya, tamu pertama yang diundang masuk adalah orang baru mengalami kejadian menyenangkan atau orang yang baru mengalami keberuntungan pada tahun yang lewat.
Pada hari kedua, orang mulai mengunjungi saudara, teman, dan kuil agama Buddha terdekat untuk memberi sumbangan dan menerima ramalan nasib tahun baru.
Dalam bahasa Vietnam, merayakan Tết digambarkan sebagai ăn Tết, yang secara harfiah berarti "makan Tết". Hal ini menunjukkan pentingnya makanan dalam perayaan ini.
Sebagian makanan yang dihidangkan adalah makanan yang biasa tersedia sepanjang tahun, tetapi ada juga makanan khusus untuk hari raya Tết.
Pelancong yang mengunjungi Vietnam selama Tết akan menyaksikan keramaian dan keriuhan di jalanan. Hari raya ini dimeriahkan dengan parade, baik di kota maupun di pedesaan.
Tết menyegarkan dan menginspirasi orang Vietnam dan suasana perayaan serta kemegahannya ditampilkan selama beberapa hari menjelang Tahun Baru yang sebenarnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.

