Aksara Pallawa dan Bahasa Melayu Kuno: Asal, Penggunaan Hingga Penyebarannya
UNGKIT.COM - Aksara Pallawa atau kadangkala ditulis sebagai Pallava sebuah aksara berasal dari India bagian selatan dengan bahasanya bernama bahasa Sanskerta. Aksara itu muncul dari aksara Brahmi. Istilah aksara Pallawa awalnya dipakai ahli arkeologi Belanda, Nicolaas Johannes Krom. Asal nama aksara ini berasal dari Dinasti Pallava yang pernah berkuasa di selatan India sekitar Madras di antara abad ke-4 sampai dengan ke-9 Masehi. Dinasti Pallava salah satu dinasti yang memeluk aliran Jainisme.
Aksara Pallawa menyebar ke Asia Tenggara, dipakai antara lain untuk menuliskan bahasa Melayu Kuno. Di Nusantara, aksara itu digunakan bersamaan tumbuhnya kerajaan bercorak Hindu–Buddha. Transformasi dari aksara Pallawa, yang disebut aksara Pasca-Pallawa, muncul di berbagai tempat di Asia Tenggara.
Di Indochina, aksara Pasca-Pallawa berkembang jadi Khmer kuno yang kelak menurunkan aksara Thai dan juga Lao. Di Pulau Jawa, aksara Pasca-Pallawa kemudian disebut aksara Kawi yang berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya penyair. Dari aksara Kawi ini muncul ragam aksara klasik Indonesia lainnya.
Di Nusantara, bukti terawal keberadaan aksara ini tertulis di Prasasti Mulawarman di Kutai, Kalimantan Timur, yang berasal dari abad ke-5 Masehi. Bukti tulisan terawal yang ada di Jawa Barat dan sekaligus Pulau Jawa, yaitu Prasasti Tarumanagara berasal dari pertengahan abad ke-5 Masehi yang juga ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa.
Karakteristik dari aksara Pallawa, termasuk ke dalam jenis aksara abugida atau konsonan dengan vokal dasar yang berarti setiap huruf dasarnya (konsonan) sudah melekat dengan vokal "a" yang dapat diubah dengan tanda baca tambahan (diakritik).
Sedangkan, bahasa Melayu Kuno yang terkadang juga disebut dengan Melayu Tua digunakan untuk merujuk suatu bahasa tertulis pada beberapa prasasti yang berasal dari abad ke-7 hingga ke-10 Masehi yang ditemukan di Pulau Sumatera dan Jawa. Sebagian besar prasasti yang menjadi sumber korpus (bukti tertulis) Melayu Kuno berkaitan dengan sejarah Kerajaan Sriwijaya.
Bahasa Melayu pertama kali digunakan di milenium pertama yang dikenal sebagai bahasa Melayu Kuno bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Dalam waktu dua milenium, bahasa Melayu mengalami berbagai lapisan pengaruh asing melalui perdagangan, antarbangsa, penyebaran agama, penjajahan dan perkembangan tren sosial politik baru.
Tahap tertua bahasa Melayu, yaitu bahasa Melayik purba berasal dari bahasa Melayu-Polinesia purba yang dituturkan pemukim Austronesia awal di Asia Tenggara. Tahap inilah yang kemudian berkembang menjadi bahasa Melayu Kuno, ketika mulai muncul pengaruh budaya serta agama dari India di Nusantara, kata beberapa peneliti linguistik.
Dalam temuan prasasti-prasastinya, bahasa Melayu Kuno ini mengandung banyak sekali kata-kata pinjaman dari bahasa India, khususnya Sanskerta. Bahasa Melayu Kuno yang diketemukan di dalam prasasti-prasasti sumber memakai banyak kosakata bahasa Sanskerta dan ditulis menggunakan aksara Pallawa yang merupakan aksara Brahmi, sehingga terdapat beberapa penyesuaian yang diketemukan untuk mengakomodasi fonologi Melayu Kuno yang berbeda dengan Sanskerta. (*)
