Peninggalan Batu Bergores di Lampung, Visualisasi Interaksi dengan Leluhur
Font Terkecil
Font Terbesar
![]() |
| BATU BERGORES – Replika batu bergores yang ditemukan di Benteng Sari, Jabung, Lampung Timur, salah satu koleksi Museum Lampung. (Foto: UNGKIT.COM/Akhmad Sadad) |
UNGKIT.COM - Provinsi Lampung wilayah yang banyak diketemukan situs megalitik yang beragam. Seperti temuan megalitik di daerah lain kawasan Lampung juga diperoleh, antara lain dolmen, batu datar, batu berurut, menhir, batu kandang dan batu bergores.
Batu bergores pahatan atau goresan pada temuan yang merupakan bagian dari tradisi megalitik. Wujud dari batu bergores, berupa monolit yang dipahat atau digores serta jenis temuan megalitik lainnya, seperti menhir, batu datar hingga dolmen yang terdapat pahatan ataupun goresan.
Batu bergores tinggalan budaya dari masa prasejarah yang di temukan dan diteliti para arkeolog di kawasan Lampung secara kuantitatif sedikit jumlahnya dibanding jenis temuan megalitik lainnya.
Fungsi dan peranan batu bergores di kawasan Lampung sebagian besar identik berkaitan dengan pemujaan. Hal tersebut diperlihatkan dengan asosiasi temuan lainnya, yaitu menhir, dolmen, batu datar dan batu berurut. Di sebagian besar situs-situs megalitik, temuan batu bergores selalu berasosiasi dengan temu-an megalitik lainnya.
Keberadaan batu bergores dalam tradisi megalitik tentunya mengandung maksud-maksud tertentu. Demikian pula halnya dengan pahatan atau goresan yang ditorehkan di sebuah batu dapat dipastikan mempunyai tujuan.
Keinginan dan pengharapan dari pendukung budaya megalitik untuk mendapatkan kekuatan dari arwah leluhur memperlakukan batu bergores sebagai salah satu pelengkap dalam sarana pemujaan selain jenis megalitik lainnya. Bentuk visualisasi dari interaksi yang dilakukan dengan arwah leluhur dituangkan ke dalam bentuk goresan.
Batu bergores mempunyai fungsi atau makna dari goresan di atas batuan telah dibahas beberapa ahli, di antaranya W. Kaudern (1938) dan Haris Sukendar (1979). W. Kaudern dalam bukunya berjudul Megalithic Finds in Central Celebes menjelaskan, batu bergores sarana untuk memberi kekuatan gaib pada senjata tajam, seperti pisau, parang ataupun yang lainnya. Kekuatan gaib dapat diperoleh dengan mengasahkan senjata tajam tersebut pada batu bergores.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Haris Sukendar di Desa Woro, Rembang, yang menemukan batu asah. Dipercaya penduduk setempat, batu asah ini dapat memberikan kekuatan gaib pada suatu senjata yang diasah pada batu asah itu, sehingga senjata tajam tersebut dapat berhasil ketika dipergunakan untuk membunuh musuh.
Di Indonesia, situs-situs yang memiliki tinggalan batu-batu bergores, antara lain situs di Limbanang Atas (Sumatera Barat), Tegur Wangi Lama (Lahat, Sumatera Selatan), Pandeglang (Banten), Cicurug (Sukabumi, Jawa Barat), Banyu Urip (Purworejo, Jawa Tengah), Sumur Pule (Rembang, Jawa Tengah), Bada (Sulawesi Tengah) dan Watu Pinawetengan (Sulawesi Utara).
Sementara, tinggalan batu bergores di Lampung, antara lain ditemukan di Situs Pekon Balak, Situs Air Ringkih, Situs Batu Kenyangan, Situs Sukarame dan Situs Cabang Dua di Lampung Barat serta Situs Bojong, Benteng Nibung dan Situs Pugung Raharjo di Lampung Timur. (*)
