Peradaban Maya dari Zaman Kuno Hingga Periode Modern Awal
Font Terkecil
Font Terbesar
UNGKIT.COM - Peradaban Maya merupakan peradaban Mesoamerika yang ada dari zaman kuno hingga periode modern awal. Dikenal karena kuil-kuil kuno dan glif (aksara), peradaban ini juga terkenal karena seni, arsitektur, matematika, kalender dan sistem astronominya. Aksara Maya, sistem tulisan yang paling canggih dan berkembang di Amerika pra-Kolombia.
Istilah “Maya” berasal dari kota Mayapán. Kata “Maya” istilah modern yang digunakan untuk merujuk secara kolektif kepada berbagai kelompok masyarakat yang mendiami wilayah ini, karena masyarakat Maya tidak memiliki rasa identitas etnis atau persatuan politik yang sama selama sebagian besar sejarah mereka.
Sumber-sumber kolonial Spanyol dan berbahasa Maya di Semenanjung Yucatán menggunakan istilah “Maya” untuk menunjukkan baik bahasa yang digunakan oleh Maya Yucatec maupun wilayah di sekitar kota Mayapán yang saat itu ditinggalkan.
Beberapa sumber kolonial berbahasa Maya juga menggunakan “Maya” untuk merujuk pada kelompok Maya lainnya, terkadang secara peyoratif merujuk pada kelompok Maya yang lebih menentang pemerintahan Spanyol.
Sejarah peradaban Maya terbagi menjadi tiga periode utama, yakni Praklasik, Klasik dan Pascaklasik. Periode-periode ini didahului oleh Periode Arkais, di mana desa-desa menetap pertama dan perkembangan awal pertanian muncul.
Para sarjana modern menganggap periode-periode ini sebagai pembagian kronologi Maya, bukan sebagai indikasi evolusi atau kemunduran budaya. Definisi tanggal awal dan akhir rentang periode dapat bervariasi.
Sistem politik dan kota klasik Maya mengalami keruntuhan besar antara abad ke-8 hingga ke-10 Masehi akibat dugaan kekeringan, perang atau masalah lingkungan. Orang-orang Maya tidak punah. Keturunan mereka masih hidup di wilayah asli mereka hingga kini dengan menjaga tradisi serta bahasa lokal.
Saat ini, terdapat ratusan situs Maya yang tersebar di lima negara, yakni Belize, El Salvador, Guatemala, Honduras dan Meksiko. Selain itu, terdapat banyak museum di seluruh dunia yang memiliki artefak Maya dalam koleksinya.
Yayasan untuk Kemajuan Studi Mesoamerika mencantumkan lebih dari 250 museum dalam basis data Museum Mayanya dan Asosiasi Ahli Maya Eropa mencantumkan hampir 50 museum di Eropa saja. (*)
