Caligula, Kaisar Romawi dan Kontroversinya
Smallest Font
Largest Font
UNGKIT.COM - Pemerintahan Caligula sering dianggap sebagai salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah Kekaisaran Romawi.
Caligula, yang memerintah Kekaisaran Romawi dari tahun 37 Masehi hingga pembunuhannya pada tahun 41 Masehi ini, sering kali dikenang sebagai pemerintahan yang tidak stabil dan penuh dengan eksentrisitas, kekejaman, dan keborosan.
Banyak sumber kuno yang menuduhnya tidak waras, tetapi kebenaran mengenai kisah-kisah ini sering diperdebatkan oleh para sejarawan modern.
Awal Pemerintahan: Beri Bonus, Bebaskan Pajak dan Tahanan Politik
Pada awal pemerintahannya, Caligula putra dari Germanicus yang lahir pada 31 Agustus 12 Masehi di Antium, Italia ini, sangat populer di kalangan rakyat Romawi dan tentara.
Kaisar Caligula segera memberikan bonus kepada tentara Praetorian dan menghapuskan sejumlah pajak yang tidak populer.
Selain itu, ia membebaskan tahanan politik yang dipenjara di bawah pemerintahan Tiberius dan membawa kembali sisa-sisa keluarganya yang dibuang.
Tindakannya ini membuatnya dianggap sebagai penerus yang welas asih dan seorang pemimpin yang berbeda dari pendahulunya yang represif.
Cara Pemerintahan yang Berubah Drastis
Berselang beberapa bulan berkuasa, Caligula mengalami penyakit parah yang mengubah cara pemerintahannya secara drastis. Setelah sembuh dari penyakit tersebut, perilakunya mulai menjadi semakin aneh dan despotik.
Sejak itu, Caligula terkenal karena gaya hidupnya yang mewah. Ia membangun istana yang megah dan mengadakan pesta-pesta besar yang menelan biaya besar.
Salah satu proyek mewahnya yang paling terkenal pembangunan jembatan apung sepanjang tiga mil di Teluk Baiae, di mana ia dikatakan menaiki kuda dengan memakai baju zirah Alexander Agung untuk memamerkan kekuasaannya.
Anehnya lagi, Caligula mengembangkan kultus pribadi dan menuntut agar dirinya dipuja sebagai dewa. Ia memerintahkan patung dirinya ditempatkan di kuil-kuil Romawi dan bahkan di Kuil Yerusalem.
Menurut beberapa sumber, Kaisar Caligula bahkan berniat mengganti kepala patung Zeus di Olympia dengan kepalanya sendiri.
Sebagai kaisar penguasa Romawi, Caligula tidak menunjukkan rasa hormat kepada Senat dan sering kali menghina para senator.
Dia mempermalukan para senator dengan berbagai cara, termasuk memaksa mereka untuk berlari di samping keretanya atau menyaksikan eksekusi teman-teman mereka. Dalam beberapa kesempatan, ia dilaporkan memaksa senator untuk sujud di hadapannya.
Salah satu kampanye militer paling terkenal dari Caligula, yakni ketika ia memerintahkan tentaranya untuk menyerang Britania. Namun, kemudian memerintahkan mereka untuk mengumpulkan kerang laut sebagai "rampasan perang."
Peristiwa ini, sering dijadikan contoh mengenai ketidakstabilan mentalnya dan dianggap sesuatu yang "agak lain".
Cerita paling terkenal tentang eksentrisitas Caligula, yaitu pengangkatan terhadap kuda kesayangannya, Incitatus, sebagai konsul.
Meskipun kebenaran cerita itu diperdebatkan banyak kalangan, hal ini mencerminkan ketidaksenangan dan penghinaan Caligula terhadap tradisi politik Romawi.
Dibunuh dalam Sebuah Konspirasi
Caligula dibunuh dalam sebuah konspirasi yang melibatkan Garda Praetoria, senator, dan pejabat istana pada tanggal 24 Januari 41 Masehi.
Konspirasi itu dipimpin oleh Cassius Chaerea, seorang perwira Praetorian yang merasa dihina oleh Caligula. Kaisar dibunuh di istananya bersama istri dan putrinya.
Setelah kekacauan yang terjadi pasca pembunuhan, Caligula digantikan oleh pamannya, Claudius, yang diangkat sebagai kaisar oleh Garda Praetoria, unit elit militer Romawi. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
