Lembah Indus, Peradaban Kuno Paling Luas Setelah Mesopotamia dan Mesir
Smallest Font
Largest Font
UNGKIT.COM - Peradaban Lembah Indus merupakan sebuah peradaban kuno yang pernah ada di sepanjang Sungai Indus, sungai besar yang sekarang wilayah Pakistan dan India barat.
Pada tahun 1980, peradaban Lembah Indus ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Para arkeolog mengungkapkan peradaban Lembah Indus, yang berpusat di Kota Mohenjo Daro dan Harrapa sekitar 2800–1800 Sebelum Masehi (SM), merupakan peradaban kuno paling luas yang ditemukan setelah situs peradaban Mesopotamia dan Mesir.
Orang-orang Dravida atau penutur bahasa Proto-Dravida, disebut sebagai leluhur dari Tamil, Telugu, Kannada, dan Malayalam, diperkirakan pendiri kota kuno ini, meskipun masih menjadi perdebatan dikalangan para arkeolog.
Hingga kini, riwayat mereka tak dapat ditelusuri. Bahasa dan aksara mereka dalam artefak-artefak yang ditemukan di sana masih sedikit yang dapat dipecahkan.
Uniknya, di kota itu tidak ditemukan bangunan untuk kegiatan religius dan tanda-tanda sistem kasta, seperti kuil-kuil dan monumen besar yang megah.
Hal ini mengakibatkan para peneliti berspekulasi kalau masyarakat Mohenjo Daro dan Harappa merupakan peradaban yang hidup bergantung sepenuhnya pada ilmu pengetahuan atau sudah meninggalkan praktik keagamaan dan memiliki filosofi hidup yang tinggi. Hal itu terlihat dari ketiadaan sistem kasta dalam hierarki sosial.
Berdasarkan dari peninggalan yang ditemukan, mereka salah satu peradaban yang sudah maju dengan adanya bukti timbangan dan ukuran yang sudah memiliki standar, ukiran cap, stempel perangko, tembikar dan telah mengenal teknik peleburan logam, seperti tembaga, perunggu, dan timah.
Selain itu, Mohenjo Daro dan Harappa merupakan kota yang sudah berkembang, banyak rumah yang memiliki sumur dan kamar mandi serta sistem saluran air bawah tanah yang kompleks.
Keruntuhan peradaban ini ditengarai disebabkan Sungai Saraswati Veda yang mengalami kekeringan pada sekitar akhir 1900 SM akibat tingkat radiasi matahari yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi curah hujan di sekitar lembah.
Tak hanya itu, pada saat yang sama datang peradaban Indo-Arya dengan membawa peralatan yang lebih canggih.
Bangsa Indo-Arya ini ditengarai menyerang masyarakat Lembah Sungai Indus karena di sekitar bekas kota ditemukan sisa kerangka yang seolah-olah menunjukkan bukti kuat adanya penyerbuan.
Dugaan lainnya dari keruntuhan peradaban ini disebabkan banjir karena kota ini tampaknya begitu padat penduduk dan banjir telah terjadi berulang kali. Namun, sayangnya bukti ini dirasa kurang kuat karena tidak seluruh kota hancur oleh banjir.
Dugaan yang lainnya lagi, keruntuhan peradaban di Lembah Indus karena perkembangan sosial budaya dari pertanian ke bidang lainnya sehingga kota ini kemudian ditinggalkan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
