BREAKING NEWS

Leopold II, Raja Kedua Belgia yang Terkenal Brutal dan Kejam, Ini Biografinya



UNGKIT.COM - Leopold II, raja kedua Belgia yang memerintah dari tahun 1865 hingga 1909, dan pendiri serta pemilik tunggal Negara Bebas Kongo (Congo Free State) dari tahun 1885 hingga 1908.

Leopold yang lahir pada 9 April 1835, di Brussel, Belgia, dan pertama menikah di usia 18 tahun ini, diketahui mempunyai banyak selir.  

Pada tahun 1899, di usianya yang ke-65, Leopold menjadikan Caroline Lacroix, seorang pelacur Prancis berusia 16 tahun, sebagai selirnya, dan mereka tetap bersama hingga kematiannya sepuluh tahun kemudian pada tanggal 17 Desember 1909, di daerah Ibu Kota Brussel, Belgia. Ia meninggal tanpa meninggalkan putra sah.

Naik Tahta Menggantikan Ayahnya

Leopold menggantikan ayahnya Leopold I di tahta Belgia tahun 1865 dan memerintah selama 44 tahun hingga kematiannya, masa pemerintahan terpanjang seorang raja Belgia hingga saat ini. 

Leopold, pendiri dan pemilik tunggal Negara Bebas Kongo, sebuah proyek kolonial pribadi yang dilakukan atas namanya sendiri sebagai persatuan pribadi dengan Belgia.

Pada Konferensi Berlin tahun 1884–1885, negara-negara kolonial Eropa mengesahkan klaimnya dan menyerahkan Negara Bebas Kongo kepadanya. 

Leopold menjalankan Kongo, yang tidak pernah ia kunjungi secara pribadi, dengan menggunakan pasukan bayaran Force Publique untuk keuntungan pribadinya. 

Ia memperoleh kekayaan besar dari wilayah tersebut, awalnya melalui pengumpulan gading dan setelah kenaikan harga karet pada tahun 1890-an, melalui kerja paksa dari penduduk asli untuk memanen dan mengolah karet.

Dikenal Brutal dan Kejam

Pemerintahan Leopold ditandai dengan kebrutalan dan kekejaman sistematis di Negara Bebas Kongo, termasuk kerja paksa, penyiksaan, pembunuhan, penculikan, serta amputasi tangan dan terkadang kaki pria, wanita, dan anak-anak ketika kuota karet tidak terpenuhi. 

Dalam salah satu penggunaan pertama istilah itu, George Washington Williams menggambarkan praktik pemerintahan Leopold di Negara Bebas Kongo sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan pada tahun 1890.

Meskipun sulit untuk memperkirakan secara akurat jumlah penduduk pra-kolonial dan sejauh mana perubahannya di bawah Negara Bebas Kongo, perkiraan penurunan populasi Kongo selama pemerintahan Leopold berkisar antara 1 juta hingga 15 juta. 

Penyebab penurunan itu termasuk penyakit epidemi, penurunan angka kelahiran, dan kekerasan serta kelaparan yang disebabkan oleh rezim tersebut. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment