BREAKING NEWS

Apa Itu Piroklastik? Ini Dia Asal, Pengertian, Ukuran Hingga Alirannya

BREKSI PIROKLASTIK - Tebing Breksi Piroklastik. (Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM)


UNGKIT.COM - Piroklastik, berasal dari bahasa Yunani, yaitu gabungan kata pyr (api), dan klastos, yang berarti rusak atau pecah. 

Menurut pengertiannya, piroklastik adalah material atau batuan klastik yang terbentuk dari pecahan material vulkanik akibat letusan gunung berapi yang bersifat eksplosif. 

Secara genetik, batuan piroklastik dapat dibagi menjadi tiga tipe, yakni Endapan Jatuhan (Pyroclastic Fall Deposits), Endapan Aliran (Pyroclastic Flow Deposits) dan Endapan Gelombang (Pyroclastic Surge Deposits).

Endapan Jatuhan (Pyroclastic Fall Deposits), dihasilkan oleh erupsi eksplosif yang melemparkan material material volkanik ke atmosfer dan jatuh di sekitar pusat erupsi. 

Material piroklastik setelah dilempar dari pusat volkanik langsung jatuh ke darat melalui medium udara. Jika material itu jatuh pada daerah slope maka dapat terjadi gerakan yang disebabkan oleh gaya gravitasi. 

Tumpukan material ini apabila mengalami litifikasi akan menjadi batuan piroklastik. Karakteristik khusus dari tipe ini memiliki sortasi yang baik dan beberapa batuan, seperti pumis dan lithic fragments tampak membentuk gradasi normal.

Endapan Aliran (Pyroclastic Flow Deposits), dihasilkan dari gerakan material piroklastik ke arah lateral berupa aliran gas atau material setengah padat berkonsentrasi tinggi di atas permukaan tanah. 

Proses pengendapannya sepenuhnya dikontrol oleh topografi. Bagian lembah atau depresi dari pusat erupsi akan terisi oleh material tersebut dan akan membentuk batuan piroklasstik setelah terkompaksi dan terlitifikasi. 

Ciri umum dari tipe ini memiliki sortasi buruk dan pada batuan pumis dapat dijumpai gradasi yang berlawanan (reverse grading). Hal tersebut disebabkan oleh densitas material yang lebih rendah daripada medianya (aliran gas/padatan).

Endapan Gelombang (Pyroclastic Surge Deposits), pembentukan surge deposit ini mirip dengan flow deposit, tetapi material piroklastik berada dalam media gas atau padatan berkonsentrasi rendah. 

Endapan itu cenderung menyebar dan menyelimuti area di sekitar pusat erupsi tetapi umumnya lebih berkonsentrasi di lembah lembah dan daerah depresi. 

Struktur yang mencirikan endapan ini, antara lain perlapisan silang siur, dune, antidune, laminasi planar, baji dan bergelombang.

Berdasarkan ukurannya, material piroklastik dibedakan menjadi beberapa bagian, yakni abu vulkanik, Lapili, dan bom atau bongkahan vulkanik.

Abu vulkanik ukuran diameter kurang dari 2 milimeter, lapili ukuran diameter antara 2 milimeter sampai 64 millimeter, dan bom atau bongkahan vulkanik ukuran diameter lebih dari 64 milimeter.

Ketika material vulkanik dikirim dan diolah kembali melalui proses mekanik, seperti dengan air atau angin, bebatuan itu disebut vulkaniklastik. Aliran piroklastik, berupa campuran panas yang terdiri dari gas, abu, dan batuan piroklastik. 

Aliran piroklastik bergerak sangat cepat menuruni lereng gunung berapi saat letusan disebut sebagai aliran piroklastik, sering dikenal warga lokal sebagai wedhus gembel. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment