Apa Itu Psikotropika? Berikut Penjelasannya dalam Dunia Medis
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis (bukan narkotika), yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Dalam undang-undang, psikotropika dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan potensi ketergantungan dan manfaat medisnya, yakni Golongan I, Golongan II, Golongan III, dan Golongan IV.
Golongan I, memiliki potensi kuat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan untuk pengobatan (hanya untuk ilmu pengetahuan), contohnya ekstasi (MDMA) dan LSD.
Golongan II, memiliki daya adiktif kuat tetapi bisa digunakan untuk penelitian atau pengobatan terbatas dengan resep ketat, contohnya amfetamin dan metilfenidat.
Golongan III, memiliki potensi adiktif sedang dan banyak digunakan untuk pengobatan serta penelitian, contohnya kodein dan buprenorfin.
Golongan IV, memiliki potensi adiktif paling ringan dan aman untuk pengobatan jika sesuai resep dokter, contohnya diazepam dan nitrazepam.
Dalam dunia kedokteran, obat psikotropika resmi digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan, skizofrenia dan gangguan bipolar serta insomnia atau gangguan tidur.
Selain mempunyai berbagai manfaat bagi kesehatan, jika dikonsumsi tanpa pengawasan atau resep dokter, psikotropika dapat memicu kerusakan fungsi otak, ginjal, dan hati, serta risiko kecanduan (adiksi), overdosis, hingga kematian.
Perbedaan Narkotika dan Psikotropika
Dalam istilah narkotika kadang menyertakan kata psikotropika. Perbedaan utama antara narkotika dan psikotropika terletak pada efek dominan serta fokus kerjanya pada tubuh manusia.
Narkotika, berfungsi mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, serta menurunkan atau mengubah kesadaran. Sumber narkotika berasal dari tanaman, bukan tanaman, maupun hasil sintetis atau semi-sintetis.
Apabila disalahgunakan, narkotika dapat berisiko memiliki daya ketergantungan yang sangat tinggi. Contohnya Morfin, heroin, ganja, dan kokain.
Sementara, psikotropika berfungsi mempengaruhi susunan saraf pusat dan memberikan efek psikoaktif yang mengubah aktivitas mental, perasaan, perilaku, serta kesadaran seseorang.
Sumber psikotropika berasal dari zat alamiah atau sintetis, tetapi bukan golongan narkotika. Contohnya ekstasi, sabu-sabu, diazepam, dan sedatin.
Psikotropika banyak dipakai dalam dunia medis untuk pengobatan gangguan kejiwaan atau penenang, akan tetapi pemakaiannya harus dengan resep maupun anjuran dokter. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
