Candi, Bangunan Keagamaan dari Peradaban Masa Klasik Hindu-Buddha
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Candi istilah dalam bahasa Indonesia merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan, tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban masa klasik Hindu-Buddha.
Di Indonesia, candi dapat ditemukan di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan, akan tetapi candi paling banyak ditemukan di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pada suatu era dalam sejarah Indonesia, yaitu dalam kurun abad ke-8 hingga ke-10 tercatat sebagai masa paling produktif dalam pembangunan candi.
Istilah Candi
Istilah "Candi" diduga berasal dari kata “Candika” yang berarti nama salah satu perwujudan Dewi Durga sebagai dewi kematian. Istilah candi juga terdengar mirip dengan istilah chedi dalam bahasa Thailand yang berarti stupa.
Fungsi candi ada yang dihubungkan dengan monumen tempat pedharmaan untuk memuliakan raja anumerta (yang sudah meninggal), seperti misalnya Candi Kidal untuk memuliakan Raja Anusapati.
Penafsiran yang berkembang di luar negeri, terutama di antara penutur bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya— istilah candi hanya merujuk kepada bangunan peninggalan era Hindu-Buddha di Indonesia.
Sedangkan, dalam bahasa Melayu, candi disebut juga dengan istilah kuil. Sama halnya dengan istilah wat yang dikaitkan dengan candi di Kamboja dan Thailand.
Tapi, dari sudut pandang bahasa Indonesia, istilah 'candi' juga merujuk kepada semua bangunan bersejarah Hindu-Buddha di seluruh dunia. Tak hanya di Nusantara, tetapi juga Kamboja, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Sri Lanka, India, dan Nepal, seperti misalnya Candi Angkor Wat di Kamboja dan Candi Khajuraho di India.
Arsitektur, Pesan yang Disampaikan dan Kegunaan
Candi merupakan bangunan replika tempat tinggal para dewa yang sebenarnya, yaitu Gunung Mahameru. Oleh karena itu, seni arsitekturnya dihias dengan berbagai macam ukiran dan pahatan berupa pola hias yang disesuaikan dengan alam Gunung Mahameru.
Candi-candi dan pesan yang disampaikan lewat arsitektur, relief, serta arca-arcanya tak pernah lepas dari unsur spiritualitas, daya cipta, dan keterampilan para pembuatnya.
Beberapa candi, seperti Candi Borobudur dan Prambanan dibangun megah, detail, kaya akan hiasan yang mewah, bercitarasa estetika yang luhur, dengan menggunakan teknologi arsitektur yang maju pada zamannya.
Bangunan-bangunan candi tersebut hingga sekarang menjadi bukti betapa tingginya kebudayaan dan peradaban nenek moyang bangsa Indonesia ketika itu.
Bangunan candi digunakan sebagai tempat ritual ibadah, pemujaan dewa-dewi, penghormatan leluhur ataupun memuliakan Sang Buddha.
Meski demikian, istilah 'candi' tak hanya digunakan masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja. Banyak situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha Indonesia klasik, baik sebagai istana (kraton), pemandian (petirtaan), gapura, dan sebagainya, ada disebut dengan istilah candi. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
