BREAKING NEWS

Dampak Musim Kemarau dan Penghujan Bagi Dunia Pariwisata

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Pengaruh musim di Indonesia secara umum terbagi menjadi dua jenis utama, yakni musim kemarau dan musim hujan, yang masing-masing membawa dampak berbeda bagi kehidupan.

Dampak musim kemarau menyebabkan menurunnya curah hujan serta memicu kekeringan, membuat sumur warga mengering dan pasokan air bersih berkurang. 

Sejumlah sungai besar mengalami penyusutan debit air drastis. Pendangkalan alur sungai membuat kapal besar dan tongkang logistik sulit melintas.  

Selain lahan pertanian kering kekurangan pasokan air, musim kemarau risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat, diperparah dengan naiknya debu serta penurunan kualitas udara.

Sementara, jika musim penghujan berdampak datangnya banjir dan genangan, peningkatan penyakit hingga gangguan mobilitas.

Tingginya intensitas curah hujan memicu meluapnya air sungai dan genangan di kawasan perkotaan maupun perdesaan. 

Lingkungan yang lembab dan banyak genangan air meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah, penyakit kulit, seperti dermatitis atau iritasi air kotor hingga biduran atau alergi dingin.

Hujan yang berkelanjutan, jalanan yang licin atau terendam air dapat menghambat aktivitas dan sistem transportasi harian. 

Dampak Musim Kemarau dan Penghujan Bagi Dunia Pariwisata


Musim kemarau dan penghujan juga memberikan dampak yang berbeda secara signifikan terhadap dunia pariwisata, baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha.

Dampak musim kemarau bagi dunia pariwisata dapat meningkatan kunjungan wisatawan. Cuaca cerah dan stabil membuat wisatawan lebih leluasa merencanakan liburan luar ruangan.

Di samping itu, aktivitas outdoor optimal. Kegiatan, seperti menyelam (diving), snorkeling, berkemah, dan kunjungan ke pantai menjadi sangat populer.

Namun, adanya musim kemarau berdampak negatif masalah lingkungan. Suhu yang terlalu panas atau kekeringan bisa menyebabkan kebakaran hutan, kekeringan air terjun, atau debu berlebih di destinasi tertentu.

Musim kemarau terkadang terjadi lonjakan harga untuk berwisata. Biaya tiket pesawat, akomodasi, dan paket tur biasanya naik karena masuk dalam musim liburan puncak (peak season).

Sementara itu, dampak musim penghujan bagi dunia pariwisata menyebabkan penurunan jumlah wisatawan. Banyak orang enggan bepergian karena hujan deras dan cuaca buruk.

Di musim hujan resiko keselamatan tinggi. Destinasi wisata alam, seperti pendakian gunung, air terjun, dan pantai sering ditutup akibat longsor, banjir, atau gelombang tinggi.

Musim penghujan dapat menyebabkan penurunan pendapatan bagi dunia usaha. Pelaku usaha, seperti hotel, pemandu wisata, dan restoran mengalami penurunan omzet.

Tapi, tak semua tempat wisata terdampak negatif dengan adanya musim penghujan. Destinasi dalam ruangan (indoor), seperti museum, galeri seni, dan pusat perbelanjaan, justru terkadang lebih ramai. 

Dampak positif dengan adanya hujan membuat pemandangan alam tampak lebih hijau dan segar, sejuk dan udara menjadi bersih setelahnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment