BREAKING NEWS

Dia Dia Perbedaan Candi dan Kuil

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Perbedaan utama antara bangunan candi dan kuil terletak pada fungsi, arsitektur, serta asal-usul budaya bangunan tersebut.

Menurut pengertiannya, istilah "candi" di Indonesia umumnya merujuk pada bangunan bersejarah peninggalan masa klasik Hindu-Buddha.

Sedangkan, istilah "kuil" kata umum dalam bahasa Indonesia untuk menyebut tempat suci atau tempat ibadah bagi berbagai agama di seluruh dunia, seperti kuil Hindu, Buddha, Tao, atau Shinto.

Fungsi utama candi, selain sebagai tempat pemujaan atau ibadah, banyak candi di Nusantara yang juga berfungsi sebagai tempat perabuan atau penghormatan untuk memuliakan raja atau tokoh penting yang telah wafat (bukan makam).

Sementara, fungsi utama kuil murni sebagai tempat suci untuk memuja dewa, arwah (kami), atau melaksanakan ritual keagamaan yang aktif, tanpa fungsi pendharmaan atau penyimpanan abu tokoh.

Perbedaan lainnya antara candi dan kuil terletak dari bentuk dan arsitekturnya. Candi umumnya berupa bangunan batu atau bata merah yang berdiri sendiri, berlantai punden berundak, dan memiliki bagian kaki, tubuh, serta atap khas arsitektur Asia Tenggara klasik, seperti Candi Borobudur atau Prambanan, dan lainnya.

Sedangkan, bentuk dan arsitektur kuil sangat beragam, tergantung negara asalnya. Kuil di Jepang, India, atau Tiongkok, sering kali berupa kompleks bangunan kayu atau batu yang memiliki halaman terbuka, gerbang khusus (seperti torii di Shinto), dan ruang altar utama.

Dari pengertian, fungsi serta bentuk dan arsitekturnya jelas kalau antara candi dan kuil berbeda. Kadang, setiap negara juga masing-masing kedua bangunan itu bentuk maupun arsitekturnya juga tak sama. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment