Hanami, Perayaan Menikmati Keindahan Bunga Sakura di Jepang
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Hanami perayaan menikmati keindahan bunga sakura yang mekar pada musim semi di Jepang dengan piknik bersama keluarga atau teman di bawah pohon.
Secara harfiah, kata hanami berasal dari gabungan kata hana (bunga) dan mi (melihat). Dengan demikian, Hanami artinya melihat bunga.
Saat tradisi ini berlangsung, masyarakat Jepang—baik keluarga, teman, maupun rekan kerja—akan berkumpul dan berpiknik di bawah pohon sakura. Mereka menggelar tikar, makan, minum, dan bersenda gurau.
Jika perayaan ini dilakukan pada malam hari, kegiatan tersebut dinamakan yozakura atau menikmati sakura malam dengan bantuan cahaya lampu atau lampion.
Sejarah Hanami
Tradisi turun-temurun di Jepang ini berakar sejak Periode Nara (710–794 Sebelum Masehi), di mana pada masa itu objek utamanya bukanlah sakura, melainkan bunga plum (ume) yang diadopsi dari kebudayaan Tiongkok.
Memasuki Periode Heian (794–1185), Kaisar Saga mempopulerkan pesta menikmati bunga sakura di istana Kyoto. Sejak itulah sakura menjadi lambang keindahan serta filosofi hidup yang singkat. Tradisi ini di masa kemudiannya meluas ke kalangan rakyat jelata pada Zaman Edo.
Meski tradisi hanami dimulai sejak Periode Nara dan diadopsi dari masyarakat China yang memiliki kebiasaan melihat mekarnya bunga plum di musim semi, hanami di Jepang lebih difokuskan pada keindahan dan pendeknya rentang waktu mekarnya bunga sakura.
Saat itu, orang Jepang percaya bahwa di dalam setiap pohon sakura bersemayam dewa-dewa. Saat musim dingin, para dewa pergi ke gunung.
Mekarnya sakura diartikan bahwa dewa-dewa telah turun dari gunung dan membawa angin musim semi. Saat itulah, para petani bersiap untuk mulai menanam sawah mereka.
Masyarakat Jepang kemudian berkumpul di bawah pohon sakura, dan menawarkan berbagai sajian bagi para dewa. Mereka pun makan dan minum bersama sebagai bagian dari upacara menghormati kedatangan sang dewa.
Bagi masyarakat Jepang, pelaksanaan hanami memiliki arti yang penting dan khusus. Perayaan Hanami menandakan selesainya musim dingin dan datangnya musim semi yang hangat. Musim semi juga musim tanam padi bagi petani di Jepang.
Aturan Tak Tertulis Perayaan Hanami
Karena dilakukan di ruang publik bersama banyak orang, ada beberapa aturan tidak tertulis yang dijaga oleh warga setempat dalam perayaan hanami.
Aturan itu, di antaranya menggunakan ukuran alas atau tikar piknik seperlunya dan tidak memetik bunga atau mematahkan ranting pohon sakura.
Kemudian, menjaga ketenangan agar kenyamanan bersama tetap terjaga dan menjaga kebersihan dengan membawa pulang sampah masing-masing. Keren ya orang Jepang! (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
