Jenis dan Macam Prasasti Berdasarkan Bentuk Fisiknya
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Prasasti merupakan piagam atau dokumen tertulis yang dipahatkan pada bahan yang keras dan tahan lama seperti batu, logam, atau tembaga.
Adanya prasasti juga dianggap menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan.
Prasasti menjadi sumber terpenting dalam sejarah karena biasanya mencantumkan angka tahun atau penanggalan yang jelas.
Prasasti juga bukti otentik yang merekam peristiwa penting, silsilah raja, keputusan hukum, hinggaan anugerah kepada rakyat atau pejabat.
Berdasarkan bentuk fisiknya, prasasti berbentuk Prasasti Tiang (pillar inscription), Prasasti Lingga (lingam inscription), Prasasti Arca (statue inscription), Prasasti Dinding (wall inscription) dan Prasasti Lempengan (tablet).
Prasasti Tiang (Pillar Inscription): Prasasti Tiang dipahat pada tiang batu, kolom bangunan, atau tugu. Di Indonesia, salah satu contoh paling klasik, yakni Yupa dari Kerajaan Kutai yang berbentuk tiang batu untuk menambat hewan kurban.
Prasasti Lingga (Lingam Inscription): Prasasti yang dipahat pada objek berbentuk lingga (simbol kesuburan atau representasi Dewa Siwa dalam agama Hindu).
Tulisan di prasasti ini biasanya dipahat pada bagian segi empat (brahmabhaga) atau segi delapan (visnubhaga) dari lingga tersebut.
Prasasti Arca (Statue Inscription): Prasasti yang dipahat pada bagian arca (patung), baik pada bagian belakang (stela/prabhawali), bagian bawah (lapik/dudukan arca), maupun pada pakaian arca tersebut. Contohnya, Prasasti Amoghapasa.
Prasasti Dinding (Wall Inscription): Prasasti yang dipahat langsung pada dinding bangunan suci, candi, gua, atau tebing batu.
Contoh prasasti dinding dapat ditemukan pada beberapa bagian dinding luar atau lorong candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Prasasti Lempengan (Tablet Inscription): Prasasti yang dipahat pada lembaran bahan keras, paling sering berupa logam (seperti tembaga atau perunggu) atau batu pipih.
Contoh terkenalnya prasasti lempengan tembaga (tamra prasasti) yang banyak ditemukan dari zaman Kerajaan Majapahit dan Balitung. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
