Kapal Perang AS Rusak Serius Selama Konflik, Jenderal Iran Sebut Pihaknya Menang di Medan Perang
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
TEHERAN, UNGKIT.COM - Wakil kepala staf Angkatan Bersenjata Iran menyebut pasukan angkatan bersenjata Iran menimbulkan kerusakan serius pada kapal perang AS selama serangan baru-baru ini, seraya menyebut pihaknya telah meraih kemenangan di medan perang.
“Saat ini, tidak ada keraguan bahwa angkatan bersenjata kita telah meraih kemenangan di medan perang,” kata Wakil kepala staf Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Kioumars Heyderi, berbicara pada pertemuan Dewan Yayasan untuk Pelestarian dan Publikasi Nilai-Nilai Pertahanan dan Perlawanan Suci, melansir Press TV pada Rabu (16/9/2026).
Dikatakannya, Republik Islam muncul sebagai pemenang dengan mencegah musuh mencapai tujuannya. Jika pihak bertahan dapat mencegah pihak penyerang mencapai tujuannya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan, maka pihak bertahanlah yang menang.
“Musuh yang bermimpi menggulingkan sistem kini bertindak pasif di medan perang. Dengan kata lain, jika mereka melakukan tindakan apa pun, itu sebagai respons terhadap tindakan kita,” jelasnya.
Wakil kepala staf Angkatan Bersenjata Iran ini menambahkan bahwa kemampuan Iran juga telah menunjukkan kerentanan kekuatan angkatan laut AS. Serangan Iran telah memaksa Amerika Serikat untuk memindahkan pasukannya setidaknya 500 kilometer dari Iran.
“Puncak kemampuan militer Amerika adalah angkatan laut dan kapal perangnya. Sepanjang sejarah, dari Perang Dunia II hingga saat ini, tidak ada kekuatan yang mampu menantang kapal perang AS atau kekuatan angkatan lautnya. Tetapi dengan rahmat Tuhan dan bantuan Imam Mahdi, beberapa malam yang lalu kita menyaksikan rudal kita menargetkan dan menyerang kapal perang dan fregat berat mereka serta menimbulkan kerusakan serius pada mereka,” papar Haideri.
Ia mencatat, Iran berkonfrontasi dengan Amerika Serikat meskipun banyak negara takut pada Washington dan bahkan enggan menyebut namanya, apalagi terlibat secara militer.
“Amerika Serikat didukung oleh rezim Zionis dan beberapa negara regional, namun kami berhasil meraih kesuksesan dalam keadaan seperti ini,” kata Haideri.
Ia juga menyoroti ketergantungan Iran pada kemampuan dalam negeri, dengan mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu beroperasi di garis depan teknologi sambil mengandalkan terutama pada kapasitas dalam negeri.
Heyderi mengatakan, Iran telah menanggapi setiap "langkah kurang ajar" musuh dengan serangan rudal skala besar, menambahkan bahwa kemampuan militer negara itu telah mengejutkan musuh.
“Hari ini, sebagai tanggapan terhadap setiap langkah berani musuh, kita menghujani wilayah ini dengan rentetan rudal dan telah mengejutkan musuh. Kekuatan angkatan bersenjata kita sungguh luar biasa,” sebutnya.
Merujuk pada kemampuan militer Iran melawan Amerika Serikat, Heyderi mennyebutkan pasukan AS di kawasan itu menghadapi dua pilihan jika perang berlanjut.
“Jika Amerika melanjutkan perang, sejumlah besar pasukan mereka, seperti yang telah terjadi pada beberapa orang, akan kembali ke negara mereka di atas dek kapal perang yang sama, sementara banyak lainnya, jika Tuhan mengizinkan, akan tenggelam ke dasar perairan wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia menyimpulkan dengan mengatakan langkah-langkah terukur Iran akan semakin memperlebar jarak antara kedua belah pihak dan pada akhirnya akan memungkinkan negara itu untuk mempersembahkan kemenangan akhir kepada rakyatnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
