Lompat Batu, Tradisi dan Simbol Kedewasaan di Nias
Smallest Font
Largest Font
![]() |
| Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM |
UNGKIT.COM - Lompat batu atau fahombo atau hombo batu, tradisi melompati susunan batu monolit setinggi 2 hingga 2,5 meter yang berasal dari suku Nias di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Untuk melompati susunan batu tersebut, pelompat harus berlari kencang, menumpu pada batu kecil, lalu melompati batu utama tanpa boleh menyentuh permukaan batu sama sekali.
Dulunya, tradisi ini digunakan sebagai ujian atau latihan fisik bagi pemuda untuk menjadi prajurit yang tangguh dalam perang.
Jika seorang pemuda berhasil melompati batu itu, mereka dianggap menjadi laki-laki dewasa dan dapat bergabung sebagai prajurit untuk berperang dan menikah.
Tradisi melompati batu yang tersusun itu sebagai simbol kedewasaan. Lompatan sukses menandakan seorang pemuda telah matang secara fisik, mental, dan siap memikul tanggung jawab sebagai orang dewasa.
Sebagai ikon budaya di Nias, tradisi ini berpusat di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, dan gambarnya pernah diabadikan pada uang kertas pecahan Rp1000 keluaran tahun 1992. (*)
Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
