BREAKING NEWS

Sejarah Asal Mula Narkotika, Penggunaan Awal Hingga Penyebarannya

OPIUM - Papaver somniferum. (Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM)


UNGKIT.COM - Asal mula narkotika berakar dari penggunaan tanaman alami, seperti opium dan ganja, oleh peradaban kuno ribuan tahun lalu untuk keperluan pengobatan tradisional, ritual keagamaan, dan penghilang rasa sakit.

Penggunaan narkotika yang sudah ada sejak zaman prasejarah itu, oleh para ahli dibagi berdasarkan sejarah penggunaan awal, lokasi hingga jenisnya.

Bangsa Sumeria Kuno sekitar 5000–3500 Sebelum Masehi (SM) dikenal sebagai salah satu yang pertama kali menggunakan tanaman opium (Papaver somniferum) dari bunga popi (poppy) untuk mengurangi rasa sakit dan memberikan efek tenang. 

Di Asia sekitar 8100 Sebelum Masehi, bukti arkeologis menunjukkan penggunaan benih ganja sudah ada sejak masa prasejarah, bahkan jejaknya tercatat sebagai salah satu tanaman budidaya tertua di dunia.

Temuan arkeologis di Asia tentang ganja terdapat di Situs Oki Island (Jepang). Para arkeolog menemukan benih ganja (Cannabis sativa) yang berasal dari sekitar 8000 Sebelum Masehi (SM) pada awal periode Jomon.

Kemudian, di Taiwan, penemuan tembikar dari sekitar 8000–3000 Sebelum Masehi menunjukkan adanya bekas hiasan yang dicetak menggunakan tali rami (serat ganja).

Di Lembah Sungai Kuning, Tiongkok, rami salah satu komoditas utama di Tiongkok kuno untuk membuat pakaian, tali, dan kertas, jauh sebelum tanaman ini tercatat dalam kitab pengobatan kuno Shennong Bencao Jing.

Sementara, era Mesir Kuno sekitar 1550 Sebelum Masehi, dokumen sejarah mencatat para tabib menggunakan ekstrak dari bahan-bahan ini sebagai obat pereda nyeri atau analgesik.

Penduduk asli Amerika Kuno telah memanfaatkan berbagai jenis tanaman dan kaktus psikoaktif selama ribuan tahun sebagai bagian inti dari ritual keagamaan, penyembuhan, dan upacara spiritual mereka. 

Bagi kebudayaan-kebudayaan ini, tanaman tersebut tidak dianggap sebagai obat rekreasi, melainkan sebagai "tanaman obat suci" atau "guru spiritual" yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan dunia roh atau para dewa.

Tanaman Papaver somniferum dan Penyebarannya

Tanaman Papaver somniferum (opium atau candu) memang memiliki sejarah yang panjang dan telah dibudidayakan oleh berbagai peradaban kuno sejak ribuan tahun sebelum masehi.

Catatan paling awal tentang budidaya candu berasal dari bangsa Sumeria di wilayah Mesopotamia (sekarang Irak) sekitar tahun 3400 Sebelum Masehi. Mereka menyebut tanaman ini sebagai Hul Gil atau "tanaman kebahagiaan".

Dari Mesopotamia, pengetahuan tentang candu menyebar ke Mesir Kuno. Sekitar tahun 1500 Sebelum Masehi, teks medis Mesir terkenal bernama Ebers Papyrus mencatat penggunaan opium sebagai ramuan penenang dan pereda nyeri.

Jalur perdagangan kuno membawa tanaman dan biji candu ini bergerak ke arah timur menuju India dan Tiongkok. Pada sekitar tahun 2000 Sebelum Masehi, tanaman bernama Papaver somniferum (candu) ini tumbuh di berbagai wilayah seperti Tiongkok, India, dan negara lainnya. 

Di wilayah Asia, tanaman ini awalnya digunakan secara terbatas sebagai obat herbal untuk mengatasi diare, asma, dan penghilang rasa sakit sebelum akhirnya menjadi komoditas perdagangan yang besar di abad-abad berikutnya.

Pada tahun 330 Sebelum Masehi, Alexander the Great memperkenalkan candu di India dan Persia. Saat itu, masyarakat India dan Persia menggunakannya dalam jamuan makan dan saat bersantai (Dikutip dari Antonio Escohotado, General History of Drugs, Grafitti Militante, Santiago: 2010).

Tahun 1806, Friedrich Wilhelm, seorang dokter dari Westphalia, berhasil memodifikasi candu dengan campuran amonia menjadi morfin, dinamai dari dewa mimpi Yunani, Morpheus. Morfin, kemudian digunakan secara luas selama Perang Saudara di Amerika Serikat sebagai penghilang rasa sakit.

Pada tahun 1874, Alder Wright, ahli kimia dari London, merebus morfin dengan asam anhidrat, dan hasilnya diuji coba pada anjing. Reaksinya menunjukkan gejala seperti tiarap, takut, mengantuk, dan muntah. 

Tahun 1898, perusahaan Bayer mulai memproduksi senyawa tersebut dengan nama heroin sebagai obat resmi penghilang nyeri. Kini, heroin tak lagi digunakan dalam pengobatan; hanya morfin yang masih digunakan.

Kokain, zat narkotik lain, berasal dari tanaman coca yang tumbuh di Peru dan Bolivia.
Setelah Perang Dunia II dan selama era Perang Dingin, ancaman narkotika mulai dilihat sebagai masalah global, bukan hanya persoalan kriminal atau medis, tetapi juga sebagai ancaman terhadap keamanan. 

Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya Konferensi Internasional Pertama tentang Narkotika di Shanghai tahun 1909, didorong oleh Presiden AS, Theodore Roosevelt, dan tokoh gereja Charles H. Brent, serta dihadiri oleh Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Jepang. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment