BREAKING NEWS

Tari Saman, Tarian Tradisional Suku Gayo yang Diakui UNESCO

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Tari Saman, tarian tradisional dari suku Gayo di Provinsi Aceh yang terkenal dengan gerakan cepat, kompak, dan serentak tanpa menggunakan alat musik pengiring.

Tari Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya yang menggunakan bahasa Gayo, seperti gerak guncang, kirep, lingang hingga surang-saring.

Tarian yang mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan ini diciptakan dan dikembangkan pada abad ke-14 Masehi oleh seorang tokoh ulama bernama Syekh Saman. 

Tarian itu dulunya dari permainan rakyat bernama “pok ane” yang kemudian dimodifikasi menjadi media dakwah penyebaran agama Islam.

Tari rakyat dari masyarakat Suku Gayo yang pada tahun 2011 diakui oleh UNESCO sebagai warisan tak benda dunia ini, terdiri dari kelompok penari, gerakan, dan nyanyian.

Sebagai mukaddimah atau pembukaan sebelum tari Saman dimulai, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. 

Penyajian tari Saman tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). 

Penilaian dititikberatkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari, dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Tari Saman umumnya dimainkan belasan atau puluhan laki-laki (perkembangannya dimainkan pula oleh wanita), tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat lain menyebut, tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang, dengan perincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. 

Di era modern menghendaki suatu tarian itu akan makin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. 

Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuk seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit.

Penampilan gerakan tari Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian, yakni tepuk tangan dan tepuk dada.

Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, Syekh Saman mempelajari tarian Melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. 

Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.

Untuk menambah kedinamisan dari tarian Saman, para penari juga menyanyi. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam, masing-masing rengum atau auman yang diawali oleh pengangkat, dan dering atau rengum yang segera diikuti oleh semua penari.

Kemudian, redet atau lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari, syekh atau lagu yang dinyanyikan seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak, dan saur atau lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari tunggal. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment