BREAKING NEWS

Yadnya Kasada, Ritual Sakral Tahunan Suku Tengger di Gunung Bromo

Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Kasada Bromo atau Upacara Yadnya Kasada, ritual sakral tahunan suku Tengger di Gunung Bromo, Provinsi Jawa Timur, sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi dan penghormatan kepada leluhur.

Yadnya Kasada, warisan dari sistem kepercayaan zaman prasejarah yang berpusat pada pemujaan terhadap arwah leluhur dan pengultusan Gunung Bromo sebagai pusat alam semesta.

Istilah Yadnya dipopulerkan setelah orang Tengger menganut agama Hindu Dharma. Sebelumnya, upacara ini disebuh Riyaya (Hari Raya) Kasada yang terdiri dari Labuh Kasada (acara di Bromo) dan Pujan Kasada yang dilaksanakan sehari setelah Labuh Kasada.

Kasada tersebut diadakan tiap tahun sekali pada hari ke-15 dalam bulan Kasada atau bulan ke-12 dalam penanggalan orang Tengger. 

Kasada Bromo biasa digelar oleh orang-orang Tengger dari empat kabupaten di Jawa Timur, yaitu Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Mereka berkumpul di hamparan pasir (segara wedhi) kaki Gunung Bromo.

Dari kaki Gunung Bromo, orang-orang Tengger berjalan kaki membawa berbagai sesajian menuju kawah. Setibanya di bibir kawah, mereka melempar sesajian, berupa buah buahan, sayuran, hewan ternak, dan hasil bumi lainnya ke kawah. 

Ritual ini sebagai simbol pengabdian pada Sang Hyang Widhi, pengorbanan, penyucian diri, rasa syukur, penjagaan hubungan harmonis dengan alam, dan penghormatan pada leluhur mereka.

Kasada Bromo terbuka untuk umum dan seluruh orang Tengger dari agama apa pun. Upacara ini kental dengan ritual dan ajaran agama Hindu. Namun, bagi orang Tengger, berkahnya tidak hanya untuk orang-orang Hindu, tetapi juga untuk semua orang, dari apapun agama dan etnisnya.(*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment