BREAKING NEWS

Sejarah dan Asal-usul Terbentuknya Hingga Penamaan Benua Asia

Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Benua Asia tidak memiliki satu orang penemu spesifik karena daratan ini sudah dihuni oleh manusia purba sejak ratusan ribu tahun lalu serta mulai dinamai dan dipetakan oleh bangsa Yunani Kuno.

Secara geologis, jutaan tahun lalu seluruh daratan di bumi menyatu dalam satu superbenua bernama Pangea. Pangea kemudian terpecah menjadi dua bagian besar, yakni Laurasia di bagian utara, dan Gondwana di bagian selatan.

Wilayah Laurasia kemudian terpecah kembali dan membentuk daratan yang kelak menjadi Benua Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Proses penyatuan daratan Asia semakin lengkap ketika pecahan dari Gondwana—seperti lempeng India dan Arab—bergerak ke utara dan bertabrakan dengan lempeng Asia, membentuk rangkaian Pegunungan Himalaya.

Menurut para ahli dan berdasarkan bukti arkeologi, genetika, dan paleontologi, manusia purba mulai keluar dari Afrika dan masuk ke wilayah Asia sejak sekitar 2 juta tahun lalu. 

Migrasi manusia awal merupakan migrasi dan ekspansi terawal manusia arkaik dan modern dari Afrika ke belahan benua-benua lain pada permulaan 2 juta tahun lalu dengan migrasi ke luar Afrika dari Homo erectus. 

Migrasi awal tersebut disusul oleh manusia arkaik lainnya yang meliputi H. heidelbergensis, yang hidup sekitar 500,000 tahun lalu dan tampaknya leluhur dari Denisovan dan Neanderthal.

Proses kedatangan dan penyebaran manusia di Asia terbagi menjadi dua gelombang utama, yaitu migrasi manusia purba (Homo erectus) dan migrasi manusia modern (Homo sapiens). Mereka bergerak melintasi Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Asia Timur dan Asia Tenggara.

Seiring waktu, wilayah Asia menjadi pusat peradaban tertua di dunia, seperti di lembah Sungai Tigris-Efrat (Mesopotamia), Sungai Indus (India), dan Sungai Kuning (Tiongkok).

Penamaan "Asia" sendiri berasal dari kata Yunani Kuno Asiana atau Asia, yang awalnya digunakan oleh bangsa Yunani, seperti sejarawan Herodotus, untuk merujuk pada wilayah di sebelah timur kekaisaran mereka, di sekitar wilayah Anatolia atau Turki modern.

Dengan semakin luasnya penjelajahan bangsa Eropa ke arah timur—melalui penjelajah seperti Marco Polo yang mencatat kekayaan Tiongkok dan Asia, serta kedatangan bangsa barat ke India—istilah "Asia" akhirnya dilekatkan untuk menyebut seluruh benua terbesar di dunia ini. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment