BREAKING NEWS

Sejarah Migrasi Austronesia ke Nusantara

KOLEKSI BUDAYA - Pengunjung melihat salah satu koleksi Taman Budaya Penduduk Asli Taiwan di Kaohsiung, Taiwan. (Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM)

UNGKIT.COM - Migrasi bangsa Austronesia perpindahan besar-besaran populasi penutur bahasa Austronesia yang bermula dari Taiwan (Formosa). Peristiwa ini sering disebut sebagai Out of Taiwan (Teori Peter Bellwood).

Perpindahan ini terjadi sekitar 3.000 hingga 4.000 tahun yang lalu, atau sekitar 1500–1000 Sebelum Masehi atau lebih awal dan menyebar luas ke Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, hingga ke Madagaskar.

Asal-usul bangsa Austronesia dari Taiwan, atau wilayah pesisir China Selatan/Fujian, di antaranya dibuktikan dari linguistik yang menunjukkan bahwa keragaman bahasa Austronesia paling mendalam ditemukan di antara suku-suku asli Taiwan.

Pemicu adanya perpindahan karena pertumbuhan populasi yang pesat serta perkembangan teknologi maritim dan pertanian.

Para migran bergerak menggunakan perahu bercadik (double/outrigger canoes) dan layar "capit kepiting". Dari Taiwan, mereka bergerak ke selatan melalui Filipina.

Dari Filipina, mereka masuk ke wilayah Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Sumatera, hingga ke Semenanjung Malaya dan berlanjut jauh ke barat hingga Madagaskar sekitar abad ke-5 hingga ke-6 Masehi.

Dalam perpindahan itu, selain ke bagian barat dan tengah, sebagian kelompok lain bergerak ke arah timur menuju kawasan Oseania dan Kepulauan Pasifik.

Sebelum kedatangan Austronesia, wilayah Kepulauan Indonesia dan Oseania telah dihuni oleh manusia modern awal, yakni Homo sapiens gelombang awal yang terkait dengan ras Melanesia, atau Papua dan jejak genetik Denisovan.

Dari itu terjadi pembauran genetik dan budaya, terutama di wilayah tengah hingga timur Nusantara, seperti Nusa Tenggara dan Maluku, serta wilayah barat, seperti Sumatera dan Jawa.

Bangsa Austronesia memperkenalkan berbagai kebudayaan baru di Nusantara, yang meliputi teknologi kelautan, bercocok tanam dan peternakan, pembuatan gerabah berslip merah, tradisi pengerjaan logam, rumah panggung, pembuatan ukiran, dan lainnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment