BREAKING NEWS

Sejarah Penambangan Emas: Bukti Arkeologis, Sumber Kekayaan dan Kekuasaan

TUTANKHAMUN - Topeng pemakaman Tutankhamun sekitar tahun 1327 SM terbuat dari lembaran emas murni yang dicampur tembaga serta dihiasi dengan obsidian, lapis lazuli, kuarsa, kaca, dan batu berharga lainnya. (Ilustrasi/Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM)


UNGKIT.COM - Sejarah penambangan emas di dunia telah berlangsung ribuan tahun, dimulai dari cara manual di peradaban kuno hingga berkembang menjadi industri modern yang terstruktur.

Secara historis, penambangan emas dilakukan dari endapan aluvial menggunakan proses pemisahan manual, seperti pendulangan emas. 

Penambangan emas melibatkan ekstraksi emas, baik melalui penambangan konvensional maupun penambangan placer, karena emas logam lunak sehingga relatif mudah dipisahkan dari lingkungan sekitarnya.

Perluasan penambangan emas ke bijih yang berada di bawah permukaan telah menyebabkan proses ekstraksi yang lebih kompleks seperti penambangan lubang skala besar dan proses ekstraksi kimia seperti sianidasi emas.

Sejarah Penambangan Emas

Emas telah dihargai sebagian besar budaya manusia sejak zaman prasejarah. Bukti arkeologis menunjukkan manusia telah menambang emas sejak sebelum masehi (SM), dengan beberapa artefak emas tertua yang diketahui berasal dari Mesopotamia kuno.

Tak ada yang tahu tanggal pasti kapan manusia pertama kali mulai menambang emas. Namun, beberapa artefak emas tertua yang diketahui telah ditemukan di Nekropolis Varna di Bulgaria. 

Makam-makam nekropolis tersebut dibangun antara tahun 4700 dan 4200 SM, menunjukkan bahwa penambangan emas mungkin sudah ada lebih dari 6.700 tahun. 

Selama serangkaian penggalian yang dilakukan antara tahun 1878 dan 1992, beberapa makam ditemukan dengan lebih dari 6 kilogram emas. 

Sekelompok arkeolog Jerman dan Georgia mengklaim situs Sakdrisi di Georgia selatan, yang berasal dari milenium ke-3 atau ke-4 SM, diperkirakan tambang emas tertua yang diketahui di dunia.

Di kekaisaran, seperti Roma dan Mesir, penambangan emas menjadi sumber kekayaan dan kekuasaan bagi pemerintah. Bukti menunjukkan, Nubia, wilayah di sepanjang Sungai Nil, memiliki akses sporadis terhadap bongkahan emas selama periode neolitik dan prasejarah.

"Demam emas" telah menjadi pendorong migrasi dan industrialisasi di banyak bagian dunia, dimulai pada abad pertengahan di beberapa bagian Eropa, dan memainkan peran penting dalam gelombang kolonisasi di Amerika. 

Demam emas abad ke-19 Masehi, seperti di California, Klondike, Afrika Selatan, dan Australia menyebabkan migrasi besar-besaran para spekulan.

Pada abad ke-20 dan ke-21, perusahaan-perusahaan besar memproduksi sebagian besar emas yang ditambang. Akibat meningkatnya nilai emas, terdapat juga jutaan penambang kecil dan tradisional di banyak negara. (*)

Dilarang keras mengambil konten (teks/tulisan, visual foto, gambar, ilustrasi, audio dan video) di website ini tanpa izin tertulis dari UNGKIT.COM. Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment