BREAKING NEWS

Zuotang, Tradisi Unik dari Suku Tujia di Tiongkok: Diharuskan Menangis 30 Hari Sebelum Menikah

Foto: Google Gemini/UNGKIT.COM


UNGKIT.COM - Zuotang tradisi unik dari Suku Tujia di Tiongkok yang mengharuskan calon pengantin wanita menangis selama satu jam setiap hari selama 30 hari sebelum hari pernikahannya.

Dalam tradisi ini, calon mempelai wanita diharuskan menangis bukan berarti sedih, ternyata untuk mengungkapkan rasa bahagia dan cinta yang mendalam.

Apabila wanita yang akan menikah tidak menangis selama 30 hari, maka para tetangga akan memandang rendah dirinya, dan menganggap dia sebagai gadis yang kurang berbudaya dan akan menjadi bahan tertawaan desa. 

Menangis 1 Jam Selama 30 Hari

Tak hanya calon mempelai wanita, tradisi ini juga dilakukan nenek, ibu dan saudara lainnya harus pula menangis bersama selama 1 jam setiap hari. 

Di sepuluh hari pertama, calon pengantin wanita menangis sendirian di aula atau ruang keluarga. Sepuluh hari kedua, ibu pengantin wanita ikut bergabung untuk menangis bersama. 

Lalu, sepuluh hari terakhir, nenek serta kerabat wanita lain, seperti bibi atau saudara perempuan, turut serta menangis bersama. Maka, jadilah semua wanita dalam keluarga calon mempelai wanita menangis bersama-sama.

Tangisan itu tidak asal menangis. Kegiatan menangis massal akan diiringi lagu sedih khusus yang disebut dengan "Lagu Tangisan Pernikahan". Lagu ini sudah seperti hymne yang mengiringi tradisi ini.

Dahulu, tangisan ini simbol kesedihan karena harus berpisah dari keluarga. Tapi, seiring waktu juga berkembang menjadi ekspresi kebahagiaan, rasa syukur, serta ujian keterampilan vokal dan emosional bagi si pengantin wanita.

Sudah Ada Sejak Sebelum Masehi

Tradisi menangis sebelum menikah ini diperkirakan sudah ada sejak Perang Tiongkok antara 475-221 Sebelum Masehi. Berdasarkan catatan sejarah, dikatakan bahwa seorang putri dari Negara Bagian Zhao menikah dengan seorang pangeran dari Negara Bagian Yan.

Saat putrinya menikah, sang ibu menangis sebelum pergi dan memintanya pulang secepatnya. Sang ibu seperti tidak rela putrinya menikah, dan terus menangisi sang putri. 

Konon, cerita ini merupakan awal dari tradisi menangis sebelum menikah di beberapa daerah di Tiongkok, termasuk etnis Tujia.

Etnis Minoritas Berpenduduk Agak Banyak di Tiongkok

Etnis Tujia salah satu etnis minoritas berpenduduk agak banyak di Tiongkok, kira-kira 5 juta orang lebih, terutama tersebar di bagian barat Hubei.

Selain itu, etnis ini ada pula yang berada di bagian barat Hunan, serta bagian tenggara Kota Chong Qing dan bagian timur laut Provinsi Gui Zhou.

Etnis tujia memiliki adat istiadat pernikahan dan perkabungan dan penguburan. “Pernikahan Menangis” adalah yang paling berciri dalam adat istiadat perkawinan suku Tujia. (*)

Siapa saja diperbolehkan menyalin link atau membagikan (share) konten UNGKIT.COM.
Post a Comment